Senin, 15 April 2013

Historiografi Masa Revolusi (buku Pokok-Pokok Gerilya)


JUDUL BUKU                         :               POKOK POKOK GERILYA
JUMLAH HALAMAN            :               349 HALAMAN
NAMA PENGARANG       :           JEDERAL  A.H NASUTION




Dalam buku ini tentang  “Pokok-Pokok Gerilya” , menceritakan tentang peperangan tentang rakyat pada masa itu, harta dan tenaga pun tersedia untuk disumbangkan untuk mengalahkan bangsa lawan.
Ø  Buku ini dikatakan Indonesiasentris, karena dalam penulisan menggambarkan tentang rakyat Indonesia dalam perlawananya dengan bangsa lain dan dapat disimpulkan bahwa Inndonesia sebagai titik fokus dalam penulisan.
Ø  Penulisannya pun menggambarkan semangat nasionalisme yang tinggi oleh rakyat Indonesia.
-          Seperti di halaman pertama alinea pertama “seantero rakyat baik harta dan tenaganya tersedia untuk diolah. Semua sumber-sumber yang tersedia harus dipergunakan.”
Ø  Tokoh-tokoh yang ditulis pun merupakan tokoh Nasionalis yang identik dengan bangsa Indonesia.
Ø  Dari segi tulisan, secara kronologis dan tidak berbelit belit dengan kata yang tidak perlu, biasanya terdapat sebab-akibat.
-          Contohnya saja dibuku “pokok-pokok perang gerilya” diceritakan secara kronologis dari tahap arti sebuah perang gerilya hingga pertahanan yang dilakukan untuk melawan bangsa kolonial.
Ø  Dalam buku ini memberi gambaran yang sejelas jelas nya tentang bagaimana situasi yang terjadi pada masa perang gerilya
-          Seperti dihalam 252 , bagaimana gerilya mengikutsertakan dalam pertahanan  dan menjadi tujuan untuk pertahanan rakyat meskipun alat-alat yang digunakan sederhana.




coret itu tulisan

Hellow guys ..
Sebenarnya disini gue menulis bukan karena alay atau lebay. Tapi karena gue pengen nulis aja ..
loe tau kan banyak remaja sekarang kalau galau di timeline atau status di facebook, itu realita jaman sekarang. Beda banget kan sama jaman dulu kita SD ... jaman itu gue sering nulis nulis tuh di diary...
ahahaa... maklum lah.. anak unyu #ups
nulis itu nyenengin loh bro, bisa ngilangin stres juga ... apalagi kalo tugas kuliam numpuk kayak gue ini nih, tapi sempet aja gue nulis-nulis.Pasti ada tuh yang sirik sama kita, terus kepoin tuh Blog,twitter,facebook kita... bilang kayak gini gak penting lah.. alay lah ,
padahal mereka gak ngerti apa fungsi nulis itu,loe pikir kalo nulis itu isinya harus tentang pelajaran ya?
So what ... hhaha.....
Ini juga bagian dari ilmu,ilmu buat ngilangin jenuh ... yang jelas tulisan kita bermanfaat guys...
So terusin aja nulis, apa aja ..
Yang penting nulis ...


Historiografi Sejarah Sumatra


Historiografi kolonial memandang kaum pribumi, Indonesia, atau tempat-tempat yang kemudian menjadi bagian dari Indonesia sebagai pinggiran dalam narasi sejarah. Dalam penulisannya sering tidak ditulis lengkap karena unsur kepentingan lain yang menimbulkan adanya perbedaan atau penyimpangan dalam penulisan.
Ø  Dari segi penulisan , penulis memandang dari satu sudut si penulis yang tidak lain merupakan dari bangsa lain, tetapi tidak lepas dari pemikiran yang luas atau universal.
Ø  Contohnya saja pada pengklasifikasian Masyarakat dan karakteristik penduduk di Pulau Sumatra pada halaman 239, perbandingan ini sangat tidak mudah bagi Marsdem sendiri, kerena walaupun berada di bawah sistem masyarakat Eropa yang tertata rapi, Disini Marsden menaruh penduduk Sumatra sebagai tingkatan ke 3 yaitu penduduk yang tingkatanya lebih beradab. Bangsa Eropa yang paling erat hubungan dengan orang Sumatra adalah Inggris yang telah bermukim di pulau mereka.
Ø  Urutan secara kronologis, maksud terperinci yaitu dari satu hal ke hal lain. Di buku Sejarah Sumatra ini menuliskan kejadian secara kronologis dari gambaran umum pulau Sumatra sampai catatan singkat tentang pulau-pulau di lepas Pantai Pesisir Barat Sumatra.
Ø  Sudut pandang yang memusat pada indonesiasentris, tetapi pada kenyataan nya di buku ‘Sejarah Sumatra’ sendiri lebih condong ke eropasentris.
Ø  Ciri dari Historiografi ini juga tidak terlepas dari bangsa Asing yang tujuannya adalah menyediakan fakta dan data untuk seorang peneliti mengenai sejarah guna menghindari kesalahpahaman penjelajah serta mengeksplorasi berbagai sudut dunia yang belum diketahui seperti di halam pertama buku Sejarah Sumatra.
Ø  Historiografi kolonial sangat membantu dalam penulisan sejarah dan tidak terlepas dari fakta-fakta dan kejadian. Marsden berusaha membuktikan serangkaian fakta otentik yang beraturan dan menjelaskan segala sesuatu kenyataan, dari pada menunjukan kreativitas dalam berimajinasi.
Ø  Sebagai contoh di halaman 421 tentang Kerajaan Indrapura, disini kerajaan tersebut pecah karena pecahnya Imperium Menangkabau karena dianggap kerajaan Indrapura kerajaan yang kurang penting. Disini Marsden melihat dari catatan sejarah yang diberikan oleh  Sultan Bantam kepada Corneille le Brun.
Ø  Bentuk dari historiografi kolonial berbentuk laporan: Dimana dalam ‘Sejarah Sumatra’ setelah saya baca berbentuk data-data yang penulisanya subyektif , data yang diambil oleh Marsdem tidak seluruhnya oleh pengamatannya sendiri, tetapi dibantu rekan-rekannya yang berada di Sumatera dan orang-orang Eropa yang sedikit mengerti tentang kawasan Sumatera.
Ø  Didalam buku ini bahasa yang digunakan universal, dapat diartikan dapat dibaca oleh siapa saja.