Seharusnya
aku sadar, ‘ balikan ‘ bukan kata yang tepat untuk memperbaiki suatu kehidupan.
Dimana yang hambar jadi semakin tidak karuan. Membuat kepala semakin berputar
saja. Ternayata obsesi dan cinta itu beda tipis, mungkin ini yang namanya
obsesi. Tapia pa yang diharapkan coba dari hubungan yang sudah membatu ini? Menunggu
terkena air hingga batu itu terkikis ? bukan begitu.
Aku harusnya
menyadari ketika perasaan tak bisa sama seperti awal pertama bertemu, siklus
ini seharusnya aku paham. Ya begitulah cinta, sadar dan gak sadar saling
berbenturan. Yang menang kebetulan yang ga sadar ! ups.. jadi gitu deh.
Untung
aja hatiku buatan Tuhan, coba kalo buatan Cina …?!!
beh…
bisa hancur deh berkeping-keping. Dosa apa ya
dia ga bisa jadi jodohku?
Tapi
mungkin baiknya si gitu,
Sekarang
malah aku males jodoh sama orang gitu. Ga ada perhatiaanya sama aku, mau aku marah
juga bakalan sama aja, Kosong !
Jangan
nangis, jangan nangis …
Itu kata-kata
kalau aku inget dia biar dia bisa berubah. Aku percaya dikemudian hari pasti
berubah, entah kapan itu. Ketika aku masih bisa berharap, aku akan terus
berharap. Tapi mungkin alur ceritanya sekarang berubah guys,,
Sekarang
mau dia jodohku atau engga itu silahkan, itu urusan Tuhan yang ngatur. Aku disini
cuma menjalankan apa yang Diatas isyaratkan ke aku.
Tapi
aku harus gimana ya, beberapa hari lalu kan aku mau aja tuh diajak balikan. Aku
piker dia bakal berubah. Tapi sama aja .. ga ada tuh yang namanya berubah. Malah
tambah ngeselin, hemm… ya udah deh aku diem aja. Terserah lah dia mau apa..
ketika aku pikirin malah jadi sakit hati. Mending ga usah dipikirin lagi.