Minggu, 15 Desember 2013

Bukan apa apa



Adakalanya aku butuh bahu .. tempatku bersandar ketika masalah menumpuk
Tapi dengan siapa ?
Ya siapalagi kalau bukan Tuhan mu. Ya akhir-akhir ini sering ku besandar di bahu Tuhan. Membuka mata batin ketika semua orang sibuk dengan aktifitas mereka. Sibuk dengan kegiatan duniawi mereka. Rasanya nyaman sekali ketika aku membungkukan badanku dan meletakan keningku di atas sajadah kecilku. Disitulah aku mengerti, dimana letak kasih sayang Tuhan. Dia tak pernah meninggalkan ku apapun keadaannya. Setiap waktu itu aku masih sama dengan doa yang sama, menceritakan masa yang ingin kulewati dengan bahagia. Meskipun aku tau, hidup ku tak seberuntung kalian dengan kedua dengan dua orang tua yang masih ada. Tapi tenang, aku masih cukup bahagia… bahagia dengan ibuku ini. Menurutku hakekat dari bahagia adalah bersyukur, mencintai apapun yang kita punya, sekecil apapun itu. Terkadang yang namanya manusia sifat iri nya keluar, seakan ingin membabibuta waktumu dalam sekejap, menyergap ambisimu untuk melakukan hal yang seharusnya tak mungkin. Ya .. itulah manusia, itu sebabnya manusia punya tuntunan dalam hidupnya, agama. Semakin dewasa umurku , semakin aku harus menyesuaikan keadaan. Dimana aku harus mandiri dan membuat ibuku tersenyum bahagia. Pacar? Benar kata ibu, pacaran nya nanti aja kalo udah lulus kuliah aja. Ada benarnya juga. Semakin aku berbohong, semakin buruk apa yang menimpaku dengan kejadia yang pernah aku rasakan. Tapi yasudahlah, ini resiko… apa yang dijalani pasti ada sisi negative dan positifnya. Dengan cara apalagi Tuhan mengingatkan kalo tidak dengan cara menegur kita? Silahkan mereka menjadi hakim dari hidupku, menyudutkan ku dari sosok yang berbeda. Bagiku semua ini indah, ketika hidup ada asam manis,
Mungkin aku seperti gading yang akan retak, namun selalu aku coba menjadi yang terbaik, menjadi teman yang baik dan berbuat yang tak mengecewakan.  Berkali kali aku ganti seseorang, tapi mereka hanya singgah dan pergi lagi. Aku bingung, apa hidupku hanya sebagai persinggahan belaka. Aku hanya ingin terlihat sempurna dalam kehidupan ini dengan keterbatasan yang ada, namun .. namun semua taka da yang menetap. Lalu salahku dimana ketika semua pergi ?
Aku adalah mimpi yang nyata, ketika semua bisa berubah….
Aku butuh seseorang disampingku.. seperti ibuku yang tak pernah meninggalkanku,
Dan tak meninggalkanku ketika aku butuh bahu untuk bersadar ,
Jika besok aku temukan seseorang itu, aku ingin seseorang itu tak akan lari dan tak pergi dari hidup…. Jangan pernah pergi lagi .

Tidak ada komentar: