Adakalanya
aku butuh bahu .. tempatku bersandar ketika masalah menumpuk
Tapi
dengan siapa ?
Ya
siapalagi kalau bukan Tuhan mu. Ya akhir-akhir ini sering ku besandar di bahu
Tuhan. Membuka mata batin ketika semua orang sibuk dengan aktifitas mereka.
Sibuk dengan kegiatan duniawi mereka. Rasanya nyaman sekali ketika aku
membungkukan badanku dan meletakan keningku di atas sajadah kecilku. Disitulah
aku mengerti, dimana letak kasih sayang Tuhan. Dia tak pernah meninggalkan ku
apapun keadaannya. Setiap waktu itu aku masih sama dengan doa yang sama,
menceritakan masa yang ingin kulewati dengan bahagia. Meskipun aku tau, hidup
ku tak seberuntung kalian dengan kedua dengan dua orang tua yang masih ada.
Tapi tenang, aku masih cukup bahagia… bahagia dengan ibuku ini. Menurutku
hakekat dari bahagia adalah bersyukur, mencintai apapun yang kita punya,
sekecil apapun itu. Terkadang yang namanya manusia sifat iri nya keluar, seakan
ingin membabibuta waktumu dalam sekejap, menyergap ambisimu untuk melakukan hal
yang seharusnya tak mungkin. Ya .. itulah manusia, itu sebabnya manusia punya
tuntunan dalam hidupnya, agama. Semakin dewasa umurku , semakin aku harus menyesuaikan
keadaan. Dimana aku harus mandiri dan membuat ibuku tersenyum bahagia. Pacar? Benar
kata ibu, pacaran nya nanti aja kalo udah lulus kuliah aja. Ada benarnya juga. Semakin
aku berbohong, semakin buruk apa yang menimpaku dengan kejadia yang pernah aku
rasakan. Tapi yasudahlah, ini resiko… apa yang dijalani pasti ada sisi negative
dan positifnya. Dengan cara apalagi Tuhan mengingatkan kalo tidak dengan cara
menegur kita? Silahkan mereka menjadi hakim dari hidupku, menyudutkan ku dari
sosok yang berbeda. Bagiku semua ini indah, ketika hidup ada asam manis,
Mungkin
aku seperti gading yang akan retak, namun selalu aku coba menjadi yang terbaik,
menjadi teman yang baik dan berbuat yang tak mengecewakan. Berkali kali aku ganti seseorang, tapi mereka
hanya singgah dan pergi lagi. Aku bingung, apa hidupku hanya sebagai
persinggahan belaka. Aku hanya ingin terlihat sempurna dalam kehidupan ini dengan
keterbatasan yang ada, namun .. namun semua taka da yang menetap. Lalu salahku
dimana ketika semua pergi ?
Aku
adalah mimpi yang nyata, ketika semua bisa berubah….
Aku
butuh seseorang disampingku.. seperti ibuku yang tak pernah meninggalkanku,
Dan
tak meninggalkanku ketika aku butuh bahu untuk bersadar ,
Jika
besok aku temukan seseorang itu, aku ingin seseorang itu tak akan lari dan tak
pergi dari hidup…. Jangan pernah pergi lagi .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar