Cerita ini hanya sebuah luapan
emosi yang sengaja saya buat dengan maksud ingin menyalurkan tulisan di lembar
MC word .
Tidak semua manusia diberikan
kemudahan fasilitas, kegantengan maupun kecantikan, salah satunya adalah Bela,
mungkin sudah sering kita dengar cerita tentang kisah si buruk rupa dan si
ganteng yang lalu kisah nya berujung happy ending, No! This is
not the story of the beautiful and the ugly!. Tapi tidak dengan ini , Bela merupakan mahasiswi
Jurusan Sosiologi di Universitas Negeri Di Jogja, dia bukan anak pintar apalagi
kaya. Sebenarnya dia tidak suka dengan Jurusan tersebut, namun apa dikata
dengan remaja sekarang “ yang penting kuliah‘’ itu yang dipikiran Bela saat
itu. Satu semester telah ia jalani biasa saja menurut dia, karena minat dengan
jurusannya pun tidak . Itulah yang membuat dia jenuh. Suatu ketika dia
menemukan sosok pria yang menurut dia KLIK, like stars
that had come to him
baby, dia bernama Aulia teman chating nya yang juga satu Universitas namun beda
jurusan dengan nya.
Di sore hari ditepian danau
dengan pepohonan yang rindang, Aulia mengajak Bela untuk melihat pemandangan
sambil berjalan-jalan. Langkah kaki Aulia terhenti dengan memegang tangan
Bela yang saat itu sedang memegang Hp yang dia bawa. Dengan jiwa kelakiannya
Aulia menyatakan cinta kepada Bela,
“ Bel .. mungkin ini
sangat cepat untuk aku katakan padamu, namun aku tak bisa menunggu lama lagi
untuk mengatakanya??
Dan Bela pun menanggapi
pertanyaan dari Aulia, “ memang kamu mau mengatakan apa kepadaku?? ’’dengan
bingung dan sedikit menerka-nerka,
“aku sayang kamu Bel?’’ dengan
lirih lembut mengatakanya.
“Apa? kamu bergurau ya au?”
Sebutan untuk Aulia sambil melihatkan pipi yang kemudian memerah karena
malu.,
Dan Bela yang sudah sekian lama
tidak menjalin hubungan dengan siapapun akhirnya mendapat suatu kepastian
yang dia pikir merupakan jodoh nya kelak. Bahagia pun datang padanya. Tak
begitu lama mereka pendekatan, akhirnya mereka jadian. Dan disinilah awal Bela
menjadi bebas tanpa suatu tekanan dari siapapun. Aulia seperti mengajarkan
suatu kehidupan yang baru dengan perbedaan pendapat yang dapat menyatukan dua
orang menjadi satu. Seperti mimpi saja Bela ini, mendapatkan apa yang dia
mau. Seorang pria yang membuat dirinya selalu bahagia, tapi this
is not his problem
!
Menjadi bahagia untuk diri
sendiri dan sesaat bukanlah tujuan hidup yang pokok. Tapi mejadikan kehidupan
bermanfaat adalah hal yang utama. Baru seminggu Bela merasakan senang,
dikejutkan dengan berita yang membuatnya sangat geram dan marah. Ternayata
Aulia merupakan pacar dari teman dekatnya. Yang Bela pikirkan adalah untuk
siapa dia berada dan penting mana antara Aulia yang sekarang sudah jadi
pacarnya atau teman dekat nya . Bela langsung menghubungi Aulia yang saat itu
sedang di kampus untuk menanyakan kepastian hubungan apa yang terjadi antara
dirinya dengan teman dekatnya.
Aulia dengan tenang mengatakan,
“ dia atau teman dekatmu
adalah bagian dari masa laluku yang aku rasa tidak bisa diteruskan kembali
kisah ini, namun dengan kamu aku sungguh sungguh mencintaimu”
Bela pun menjadi galau dengan
keadaan ini, memilih antara teman dekat atau pacarnya. Tanpa berat hati Bela
memilih dengan pacarnya, dan dengan kata lain dia semenjak saat itu bermusuhan
dengan teman dekatnya itu.
“ Bukan masalah siapa
yang menang mendapatkan hati Aulia, tapi aku hanya menuruti kata hatiku ini”
gumam Bela dalam hati,
Semenjak saat itu keaadaan
kembali normal dengan tetap besama Aulia yang dia sayang, tetapi sayang saja tidak
cukup bukan? Apakah hidup akan bermodal cinta saja, tentu saja tidak. Apalagi
agam mereka berbeda satu sama lain. Awal nya mereka tidak memikirkan itu semua,
tapi hal kecil seperti itu sering mereka ributkan, terutama Bela yang bingung
dengan hubungan yang semakin lama semakin tidak jelas. Aulia semakin sibuk
dengan dunianya dan sedangkan Bela yang ingin diperhatikan terasa tersingkirkan
dan di nomor duakan dari sisi Aulia.
Continue....