Minggu, 05 Mei 2013

Sekedar ingin berdiam untukmu

Mungkin, perpisahan adalah cara Tuhan yang belum kita pahami, untuk mengajari kita tak lagi menyia-nyiakan pertemuan. 
Aku bukan gampang nangis ataupun cengeng .. 
tapi hati ini terlalu perasa. 
Hanya diamlah yang menunjukan rasa menangisku yang kutunjukan untuk menujukan ke dirimu , cukup simple bukan ?
cukup sakit untuk ku rasakan . Diam ku adalah rasa sakit ku , sedih mu juga rasa sebalku,
Salahkah jika kita memperjuangkan cinta?
bukan nya salah , melainkan suatu yang aku pertahankan kali ini tak berujung pengharapan, melainkan saling menyakiti ,ya kan sayang ?
Aku penggemarmu nomor satu, yang tak pernah ingin ketinggalan kabarmu meskipun segalanya kuperhatikan dalam diam.
Seperti berjalan menuju satu arah, meskipun sedang melawan arus. Bisa kau bayangkan rasanya ? Saat ini namamu masih terucap dalam doaku, masih ada air mata untuk mengingatmu , masih mencelahkan ruang untukmu ?
Masih kah kau ingat besok tanggal berapa ?
masih kah kau ingat di tanggal itu kita 14 bulan ?
atau kau sudah lupa semua itu , aku tak ingin berkata apapun untuk meminta minta agar kau mengerti . sekarang aku ingin diam saja . jika saja kau bisa pahami rasa sakit itu . pasti kau mengerti . Jika saja rasa sayang mu sama seperti rasa cintaku , pasti kau tak akan seperti ini.

Tidak ada komentar: