Mungkin, perpisahan adalah cara Tuhan yang belum kita
pahami, untuk mengajari kita tak lagi menyia-nyiakan pertemuan.
Aku bukan gampang nangis ataupun cengeng ..
tapi hati ini terlalu perasa.
Hanya diamlah yang menunjukan rasa menangisku yang
kutunjukan untuk menujukan ke dirimu , cukup simple bukan ?
cukup sakit untuk ku rasakan . Diam ku adalah rasa
sakit ku , sedih mu juga rasa sebalku,
Salahkah jika kita memperjuangkan cinta?
bukan nya salah , melainkan suatu yang aku pertahankan
kali ini tak berujung pengharapan, melainkan saling menyakiti ,ya kan sayang ?
Aku penggemarmu nomor satu, yang tak pernah ingin
ketinggalan kabarmu meskipun segalanya kuperhatikan dalam diam.
Seperti berjalan menuju satu arah, meskipun
sedang melawan arus. Bisa kau bayangkan rasanya ? Saat ini namamu masih terucap
dalam doaku, masih ada air mata untuk mengingatmu , masih mencelahkan ruang
untukmu ?
Masih kah kau ingat besok tanggal
berapa ?
masih kah kau ingat di tanggal itu
kita 14 bulan ?
atau kau sudah lupa semua itu , aku
tak ingin berkata apapun untuk meminta minta agar kau mengerti . sekarang aku
ingin diam saja . jika saja kau bisa pahami rasa sakit itu . pasti kau mengerti
. Jika saja rasa sayang mu sama seperti rasa cintaku , pasti kau tak akan
seperti ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar