Senin, 12 November 2012

antara Tasbih kudekatkan dengan Salib

Beda itu gak salah ?
Apalagi beda tempat ibadah ,
kadang kita tak tahu; bahwa perbedaan mampu menyakitkan bagi seseorang.
Tp disini kumulai menghargai dan menghormati perbedaan.
Norma dan pandangan masyarakat tak mau tahu apa itu cinta, perasaan, juga pertemuan yang terjadi atas izin Tuhan.
Betapa indahnya pertemuan antara manusia dengan manusia, tanpa memikirkan segala atribut sosial yang mengekang kemanusiannya; agama.

Dalam kebahagiaan, kadang terselip tangisan. Dalam doa panjang untuk Tuhan, kadang terselip permintaan yang mungkin saja enggan Tuhan dengarkan. Tuhan yang mana yang sedang mendengarkan doamu? Tuhan yang menciptakan hujan? Tuhan yang menciptakan tulang rusuk untuk seorang pria? Tuhan yang menciptakan agama? Tuhan mencipta agama? Lucu.

Agama. Agama. Agama. Cinta. Cinta. Cinta. Tuhan. Tuhan
Manusia selalu takut dengan perbedaan, mereka selalu nyaman dengan hal yang terlihat sama di mata mereka. Padahal, berbeda belum tentu salah, dan punya kesamaan belum tentu benar. Seharusnya perbedaan ada bukan untuk disalahkan, dihakimi, lalu dianggap seakan-akan ada. Bukankah perbedaan harusnya jadi “sarana” untuk mengenal dan saling melengkapi?
Sesuatu yang dipersatukan Tuhan tak dapat dipisahkan manusia.

ada Tetapi dalam sejenggal gaidence...pegangan hidup
Rubahlah salib itu menjadi tasbih, jika itu terjadi jika itu yang kau inginkan siap siaplah Tuhan membencimu ...
tinggal hati salib kalo memang itu tidak bisa dirubah menjadi tasbih.
itu... Harga Mati........................ :)

Tidak ada komentar: