Semenjak itu intesitas bertemu dengan
Robby pun semakin sering, bahkan hampir setiap minggu nya mereka jalan bersama.Suatu
ketika setelah jalan-jalan bersama Marina bergegas ingin pulang karena malam
sudah larut, Marina diantar pulang Robby, lalu kembalilah merenung dalam balkon
rumahnya, Marina mengingat mengapa hubungan itu dulu berakhir, karena Robby
adalah orang yang cuek dan tak pernah mengerti perasaan nya. Seketika
pikirannya mulah bimbang tak beraturan. Teringan sahabatnya, lalu ia mencoba
menelfon sahabatnya itu yang di Jakarta untuk meminta pendapatnya tersebut.
“hallo..fany?”....
lalu Fany pun menjawab dengan senangnya telfon dari Na, sahabatnya itu.. “hy
Na... apakabar mu? Lama tak ada kabar? .
Na lalu menjawab “ maafkan aku Fany.. lama
tak memeberi kabar, akhir-akhir ini aku sibuk”
Ya begitulah percakapan antara Fany dengan
Na,, yang ingin bercerita tentang kisah cinta nya, entah mengapa seketika
telfon itu putus.. dan ternyata pulsa nya sudah tak mencukupi lagi dan
mengurungkan niatnya untuk bercerita tentang si Robby, yang tidak lain adalah
mantan nya.
Tidak
terasa gempa pun melanda Jogjakarta yang tidak lain adalah tanda-tanda
meletusnya Gunung Merapi. Panik mulai mulai terasa dan suara gemuruh warga
sekitar yang sedang bingung untuk mecari perlindungan. Marina pun lalu
mengungsi di suatu wilayah yang aman. Dia menelfon saudaranya untuk memastikan
apakah mereka aman atau tidak. Dan tidak lupa menghubungi Robby karena cemas
dengan keadaanya, ternyata nomernya pun
tak aktif.. berkali-kali dia menghubungi masih tidak aktif. “Ya Tuhan,
apa yang terjadi pada nya?” selalu Marina bergumam dalam hatinya.. kecemasan
yang tak berujung dengan hasil.
continue .................
continue .................
Tidak ada komentar:
Posting Komentar