Sekarang aku jarang menulis, bukan
tidak adanya lagi yang ingin ku tulis. Melainkan ketika aku menulis kuingat
bayangan seseorang yang tak ingin ku ingat. Siapa dia ? ituloh masa lalu yang
ga konsiten kadang-kadang pergi dan kadang juga kembali. Tak masalah tulisanku
tak pernah dibaca oleh siapapun. Menulis untukku adalah sesuatu yang sulit
untuk diungkapkan oleh ucapan. Dan pada dasarnya aku memang sulit untuk
mengungkapkan sebuah perasaan.
Namun tak mungkin jika aku berpura
pura menjadi seseorang yang kuat menahan perasaan, atau drama queen lah istilah
jaman sekarang. Tapi ketika kamu baca tulisan ini, jangan salahkan penulis
ketika kata diatas dan kata sambungannya gak konsisten. Inilah manusia
sesungguhnya, ketika bertahan pada suatu pilihan itu amatlah sangat berat
ketimbang menentukan pilihan. Ya benar, ini aku sekali. Tapi perlu kamu
ketahui, aku tak ingin dikasihan siapapun, dengan keadaan ku ini. Menurutku
keadaanku cukup sempurnah meski sejatinya hidupku tak lebih sempurna dari pada
kalian.
Umurku sekarang si 20 tahun ..
sepertinya kalau dikata anak baru gede juga gak mungkin ya? Haha. Ya… tapi ini
namanya tumbuh dewasa karena keadaan. Tapi dewasa ga jaminan umur tua ko,
banyak orang tua yang kayak anak kecil. Suka pusing sendiri deh liat orang tua
kayak gitu. Tapi yang membuatku senang adalah ketika aku bisa konsekuen dengan
pilihan ku. Emang pilihanku apa sih ? ya mungkin pilihan mengenakan hijab, ya
belum 100% sih, tapi seengganya aku udah berubah sedikit dari bulan-bulan lalu.
Terus apa sih yang membuatku berubah gini ? aku juga ga tau… mungkin aku leah
dengan keadaan galau yang berkepanjangan.
Galau , berbicara galau memang aku
sukanya galau. Galau susah move on? Iya bisa jadi. Lah kenapa kamu ga bisa move
on wan? Maklum lah , aku kan anaknya setia sama keadaan. Jadi ya gini, tapi itu
berarti aku ga konsiten ya?? Ya aku tetep konsiten ko, buktinya aku ga mengharap
dia kembali ke aku lagi. Aku tau jalanku bukan jalannya. Dan aku mengerti tidak
selamanya yang menyatu itu bahagia. Aku Cuma berusaha berbuat baik kepada
semuanya , agar jodohku nanti bertemu dengan orang baik juga. Aku mengerti
maksud ibu, ibu tak ingin melihatku sakit hati ataupun disakiti oleh seorang
laki-laki yang hanya merusakku. Ternyata aku paham setelah aku belajar dari
kata-kata itu. Ibuku adalah orang yang sangat tulus menyayangiku. Di dunia ini
hanya 2 yang menyayangiku dengan tulus , yaitu Tuhan dan ibuku. Yang lain
terkadang tidak setia dengan perkataanya.
Aku juga tak bisa menangis dengan
keadaan ketika orang yang kusayangi ternyata tak menyayangiku. Ya aku hanya
bisa tersenyum , melihat apa yang sudah aku alami sebelumnya. Tidak akan mungkin
Tuhan berlaku seperti ini kalau bukan untuk kebaikanku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar