Sabtu, 15 Maret 2014

Konsisten Hati



Sekarang aku jarang menulis, bukan tidak adanya lagi yang ingin ku tulis. Melainkan ketika aku menulis kuingat bayangan seseorang yang tak ingin ku ingat. Siapa dia ? ituloh masa lalu yang ga konsiten kadang-kadang pergi dan kadang juga kembali. Tak masalah tulisanku tak pernah dibaca oleh siapapun. Menulis untukku adalah sesuatu yang sulit untuk diungkapkan oleh ucapan. Dan pada dasarnya aku memang sulit untuk mengungkapkan sebuah perasaan.

Namun tak mungkin jika aku berpura pura menjadi seseorang yang kuat menahan perasaan, atau drama queen lah istilah jaman sekarang. Tapi ketika kamu baca tulisan ini, jangan salahkan penulis ketika kata diatas dan kata sambungannya gak konsisten. Inilah manusia sesungguhnya, ketika bertahan pada suatu pilihan itu amatlah sangat berat ketimbang menentukan pilihan. Ya benar, ini aku sekali. Tapi perlu kamu ketahui, aku tak ingin dikasihan siapapun, dengan keadaan ku ini. Menurutku keadaanku cukup sempurnah meski sejatinya hidupku tak lebih sempurna dari pada kalian.

Umurku sekarang si 20 tahun .. sepertinya kalau dikata anak baru gede juga gak mungkin ya? Haha. Ya… tapi ini namanya tumbuh dewasa karena keadaan. Tapi dewasa ga jaminan umur tua ko, banyak orang tua yang kayak anak kecil. Suka pusing sendiri deh liat orang tua kayak gitu. Tapi yang membuatku senang adalah ketika aku bisa konsekuen dengan pilihan ku. Emang pilihanku apa sih ? ya mungkin pilihan mengenakan hijab, ya belum 100% sih, tapi seengganya aku udah berubah sedikit dari bulan-bulan lalu. Terus apa sih yang membuatku berubah gini ? aku juga ga tau… mungkin aku leah dengan keadaan galau yang berkepanjangan. 

Galau , berbicara galau memang aku sukanya galau. Galau susah move on? Iya bisa jadi. Lah kenapa kamu ga bisa move on wan? Maklum lah , aku kan anaknya setia sama keadaan. Jadi ya gini, tapi itu berarti aku ga konsiten ya?? Ya aku tetep konsiten ko, buktinya aku ga mengharap dia kembali ke aku lagi. Aku tau jalanku bukan jalannya. Dan aku mengerti tidak selamanya yang menyatu itu bahagia. Aku Cuma berusaha berbuat baik kepada semuanya , agar jodohku nanti bertemu dengan orang baik juga. Aku mengerti maksud ibu, ibu tak ingin melihatku sakit hati ataupun disakiti oleh seorang laki-laki yang hanya merusakku. Ternyata aku paham setelah aku belajar dari kata-kata itu. Ibuku adalah orang yang sangat tulus menyayangiku. Di dunia ini hanya 2 yang menyayangiku dengan tulus , yaitu Tuhan dan ibuku. Yang lain terkadang tidak  setia dengan perkataanya.

Aku juga tak bisa menangis dengan keadaan ketika orang yang kusayangi ternyata tak menyayangiku. Ya aku hanya bisa tersenyum , melihat apa yang sudah aku alami sebelumnya. Tidak akan mungkin Tuhan berlaku seperti ini kalau bukan untuk kebaikanku

Tidak ada komentar: