Disaat tugas masih
berceceran dan berantakan dimana mana.
Aku masih sempat memikirkanmu yang sekarang
bersamaku. Entahlah kau anggap aku nomer berapa di hatimu. Yang aku tau
sekarang aku sedang bersamamu, meski aku tau bukan aku saja yang dihatimu.
Tapi entahlah…
aku berfikir kau hanya
memikirkanku saja. Bukan dengan yang pertama, pertama?
Ya… sebelum aku dengan mu,
memang sudah ada yang mengisi hatimu lebih dulu. Ini hubunganku denganmu, bukan
hubunganku dengannya.
Aku tak memaksa engkau pilih
aku, tapi aku cuma berharap seseorang yang tepat untukku akan tiba diwaktu yang
tepat.
Aku seakan termakan oleh
sekat-sekat kata yang kau obrolkan denganku. Membuatku seperti orang yang
satu-satunya dihatimu. Entahlah itu kegombalanmu atau memang ini sebuah drama
kehidupan.
Tapi apakah aku benar-benar
menyayangimu ataukah sebuah pelampiasan?
Dan apakah aku dimatanya
begitu berarti ?
Aku bingung dengan kata-kata
itu, seolah berputar mengelilingi hidupku. Aku berterimakasih kepada Tuhan
karena dialah yang bersamaku saat aku masih acuh dengannya. Namun jalan Tuhan
taka da yang mengetahun,Semoga hubunganku dengannya bukanlah drama cinta yang
berujung di perpisahan.
1 komentar:
kata2nya bagus
Posting Komentar