Selasa, 18 Maret 2014

Untukmu sayang ...



Disaat tugas masih berceceran dan berantakan dimana mana.

 Aku masih sempat memikirkanmu yang sekarang bersamaku. Entahlah kau anggap aku nomer berapa di hatimu. Yang aku tau sekarang aku sedang bersamamu, meski aku tau bukan aku saja yang dihatimu.

Tapi entahlah…

aku berfikir kau hanya memikirkanku saja. Bukan dengan yang pertama, pertama?

Ya… sebelum aku dengan mu, memang sudah ada yang mengisi hatimu lebih dulu. Ini hubunganku denganmu, bukan hubunganku dengannya.

Aku tak memaksa engkau pilih aku, tapi aku cuma berharap seseorang yang tepat untukku akan tiba diwaktu yang tepat.

Aku seakan termakan oleh sekat-sekat kata yang kau obrolkan denganku. Membuatku seperti orang yang satu-satunya dihatimu. Entahlah itu kegombalanmu atau memang ini sebuah drama kehidupan.

Tapi apakah aku benar-benar menyayangimu ataukah sebuah pelampiasan?

Dan apakah aku dimatanya begitu berarti ?

Aku bingung dengan kata-kata itu, seolah berputar mengelilingi hidupku. Aku berterimakasih kepada Tuhan karena dialah yang bersamaku saat aku masih acuh dengannya. Namun jalan Tuhan taka da yang mengetahun,Semoga hubunganku dengannya bukanlah drama cinta yang berujung di perpisahan.

1 komentar:

bintank mengatakan...

kata2nya bagus