Rabu, 20 November 2013

Halaman 4 : Si Kembang Sepatu mengalihkan kegalauanku



Ku teruskan lagi perjalanan dalam perjalan di persimpangan hati. Ku temukan hati yang bisu disemak semak sana. Ternyata hati itu sudah sejak dulu ada dalam sudut jiwaku, namun keberadaannya tak kunjung ku sentuh. Hingga akhirnya si kumbang mendekati bunga sepatu itu. Yang dari dulu setia menemani si kumbang yang mencari yang tak pasti, ternyata bunga sepatu sangat menyayanginya.

Dan ku tau dia adalah seseorang yang sudah ku kenal, namu tak dekat di hati. Entah mengapa terjadi perubahan dibeberapa hari ini. Apakah aku menyerah dengan masa laluku dengan mawar merah yang ta akan bersama lagi. Lalu mempasrahkan dengan yang lain??

Aku pun tak tau, banyak yang berlalu lalang..pergi lalu kembali lalu datang lagi. Namun Bungan sepatu sudah lama menemaniku sejak aku bersama si mawar itu. Mengiyakan hati yang tertunduk sepi. Aku bingung, apakah aku bisa mencintai selain dia. Tapi yang aku tau aku memang sudah lama sebatas mengenalnya. 

Mungkin ini saatnya aku menyedari ada orang yang mencintai apa adanya, namun masih dalam teka-teki apakah si kembang sepatu masih bersama lebah. Kembang sepatu tak pernah mengungkit hidupnya itu, membuat ada kebimbangan diantara hati yang terbelah dua, yang tadinya jiwa yang dibukatakan cinta, namun hanya samar-samar saja.

Yang kemari mampir dihati .. akhirnya pergi juga lagi. Mungkin persinggahan sedang dibutuhkannya. Dan aku adalah persinggahan yang dia singgahi. Aku pun sedikit kecewa, namun kekecewaan adalah hal yang akan membuat sia-sia. Banyak hal yang menyenangkan yang akan membuatku senang. aku ingin perlahan lahan bersama si kembang sepatu, menjalin sebuah hubungan yang baik sampai akhir tua nanti. 

Namun sosoknya yang dulu, tiba-tiba muncul lagi… dia memunculkan diri dan berkata “kangen masa lalu” . apa yang kau harapkan masa lalu ? yang ku tau masa lalu hanya sebuah bayangan yang terlintas cepat lewat dihadapanku. Namun dia pergi dan datang sendiri. Mengetahui diriku masih mengharapkannya. Atau sebatas kasihan melihatku sendiri tanpa batas.

Berika aku kesempatan untuk bersama si kembang sepatu, menerawang hal baru dalam hidup. Tak bermalu-maluan dibelakang layar. Namun inilah kami, masih bertatap di luar layar. Namun masih menjadi sebuah misteri yang masih tersembunyi antara si kembang sepatu dan si lebah, apakah yang terjadi dalam hubungannya? Apakah aku hanya dibihongi di melodi kehidupannya. 

Aku pun masih belum paham. Yang aku tau aku belajar menyayanginya, apakah aku memang menyayanginya ataukah aku masih berharap kepada bangau tak berperasaan itu. Perbedaan ku dan si bangau sangatlah berbeda dari nya. Kami berbeda, namun kami masih gengsi untuk menyatakan nya. Dulu.. aku dan bangau tak punya perasaan adalah pasangan yang tak jelas, namun kami jelas-jelaskan dengan hal yang membuatku sekin tak jelas.

Mencoba merangkak dalam hidupnya, menjelajah apa yang bangau inginkan. Kalian mungkin pernah merasakan hal itu. Ketika kamu mencintai seseorang yang orang itu tak mengerti apa yang harusnya di cintai. Bangau adalah sosok yang simple namun gede gengsinya. Ingin segalanya namun tak bisa ia realisasikan dengan ku  “ kumbang” . 

Upss… kali ini bukan bangau yang ingin ku ceritakan, namun si kembang sepatu mengalihkan perhatiaku. Mengalihkan mata dan hati tertuju pada sosoknya yang indah setelah ku lihat-lihat beberapa kali. Setelah si kembang sepatu mengatakan “ bodoh mencintai orang yang tak mencintaiku “ dari situ aku mulai memikirkan perkataanya yang sedikit menggoyahkan hati. Dan kini aku mencoba memulai untuk menyayangi si Kembang Sepatu .
 
“ Cintailah orang yang mencintaimu, jangan mencari orang yang tak memperhatikanmu ketika kamu membuatuhkannya “

Tidak ada komentar: