Ku teruskan lagi
perjalanan dalam perjalan di persimpangan hati. Ku temukan hati yang bisu
disemak semak sana. Ternyata hati itu sudah sejak dulu ada dalam sudut jiwaku,
namun keberadaannya tak kunjung ku sentuh. Hingga akhirnya si kumbang mendekati
bunga sepatu itu. Yang dari dulu setia menemani si kumbang yang mencari yang
tak pasti, ternyata bunga sepatu sangat menyayanginya.
Dan ku tau dia adalah
seseorang yang sudah ku kenal, namu tak dekat di hati. Entah mengapa terjadi
perubahan dibeberapa hari ini. Apakah aku menyerah dengan masa laluku dengan
mawar merah yang ta akan bersama lagi. Lalu mempasrahkan dengan yang lain??
Aku pun tak tau, banyak
yang berlalu lalang..pergi lalu kembali lalu datang lagi. Namun Bungan sepatu
sudah lama menemaniku sejak aku bersama si mawar itu. Mengiyakan hati yang
tertunduk sepi. Aku bingung, apakah aku bisa mencintai selain dia. Tapi yang
aku tau aku memang sudah lama sebatas mengenalnya.
Mungkin ini saatnya aku
menyedari ada orang yang mencintai apa adanya, namun masih dalam teka-teki
apakah si kembang sepatu masih bersama lebah. Kembang sepatu tak pernah
mengungkit hidupnya itu, membuat ada kebimbangan diantara hati yang terbelah
dua, yang tadinya jiwa yang dibukatakan cinta, namun hanya samar-samar saja.
Yang kemari mampir dihati
.. akhirnya pergi juga lagi. Mungkin persinggahan sedang dibutuhkannya. Dan aku
adalah persinggahan yang dia singgahi. Aku pun sedikit kecewa, namun kekecewaan
adalah hal yang akan membuat sia-sia. Banyak hal yang menyenangkan yang akan
membuatku senang. aku ingin perlahan lahan bersama si kembang sepatu, menjalin
sebuah hubungan yang baik sampai akhir tua nanti.
Namun sosoknya yang dulu,
tiba-tiba muncul lagi… dia memunculkan diri dan berkata “kangen masa lalu” .
apa yang kau harapkan masa lalu ? yang ku tau masa lalu hanya sebuah bayangan
yang terlintas cepat lewat dihadapanku. Namun dia pergi dan datang sendiri.
Mengetahui diriku masih mengharapkannya. Atau sebatas kasihan melihatku sendiri
tanpa batas.
Berika aku kesempatan
untuk bersama si kembang sepatu, menerawang hal baru dalam hidup. Tak bermalu-maluan
dibelakang layar. Namun inilah kami, masih bertatap di luar layar. Namun masih
menjadi sebuah misteri yang masih tersembunyi antara si kembang sepatu dan si
lebah, apakah yang terjadi dalam hubungannya? Apakah aku hanya dibihongi di
melodi kehidupannya.
Aku pun masih belum
paham. Yang aku tau aku belajar menyayanginya, apakah aku memang menyayanginya
ataukah aku masih berharap kepada bangau tak berperasaan itu. Perbedaan ku dan
si bangau sangatlah berbeda dari nya. Kami berbeda, namun kami masih gengsi
untuk menyatakan nya. Dulu.. aku dan bangau tak punya perasaan adalah pasangan
yang tak jelas, namun kami jelas-jelaskan dengan hal yang membuatku sekin tak
jelas.
Mencoba merangkak dalam
hidupnya, menjelajah apa yang bangau inginkan. Kalian mungkin pernah merasakan
hal itu. Ketika kamu mencintai seseorang yang orang itu tak mengerti apa yang
harusnya di cintai. Bangau adalah sosok yang simple namun gede gengsinya. Ingin
segalanya namun tak bisa ia realisasikan dengan ku “
kumbang” .
Upss… kali ini bukan
bangau yang ingin ku ceritakan, namun si kembang sepatu mengalihkan perhatiaku.
Mengalihkan mata dan hati tertuju pada sosoknya yang indah setelah ku
lihat-lihat beberapa kali. Setelah si kembang sepatu mengatakan “ bodoh
mencintai orang yang tak mencintaiku “ dari situ aku mulai memikirkan
perkataanya yang sedikit menggoyahkan hati. Dan kini aku mencoba memulai untuk
menyayangi si Kembang Sepatu .
“ Cintailah orang yang
mencintaimu, jangan mencari orang yang tak memperhatikanmu ketika kamu
membuatuhkannya “
Tidak ada komentar:
Posting Komentar