Sering
kudengan kata ‘love you’ dari teman dekatku , sehingga kupikir itu adalah hal
yang wajar dikatakan semua orang. Aku tau dia sudah punya pacar, tap masih saja
dia katakana ‘love you’ kepadaku. Entah apa maksud yang ada dipikirannya,
berpikir dalam hayalan yang jauh .. menerka nerka arti kata itu. Sering dia
tulis dalam pesan singkatnya itu, membuat seseorang yang dia kirim pesan
singkat itu seakan hanya dialah orang yang stau-satu nya hanya dia kirim kata
itu . dia sudah bukan remaja lagi , usianyapun menginjak 22 tahun, cukup dewasa bila dikaitkan dengan umur. Terasa
matang jika dilihat dari fisik.
Sampai saat ini aku tak paham dengan jalan
pikirannya itu, seperti bercabang disegala arah. Mencari sesosok orang yang ia
sukai, tanpa piker siapa yang dia sakiti itu. Entah dia pikirkan atau tidak
perasaan pacarnya itu yang sudah lama dengannya, tapi tak tau dengan apa yang
dia perbuat dibelakangnya. Tapi tidak dipungkiri jika gadis lainnya juga salah,
menerima cinta yang seharusnya tak diterima . antara cinta yang slah dengan
cinta di atas awing-awang .
Rasanya
aku ingin pergi dalam bayingan itu, mencari kertas yang baru untuk aku tulis
dengan lembar yang baru . rasanya aku ingin menghapus kenangan yang tak bisa
diciptakan manusia lainnya, tapi apa yang aku bisa perbuat di kenyataan ini. Lalu
kenapa hal ini harus ada ketika taka da paper baru untuk kenangan yang baru.
Kulihat
langit masih menampakan birunya dilangit sana , masik dengan molekul molekulnya
yang menggurat seakan tangan Tuhan sedang mengamatiku dari dekat. Aku sering
baca tulisanmu di jejaring social tentang kekasihmu itu, aku senang membacanya
tapi aku sedih untuk menyampaikanya ke hati.
Tulisanmu sangat melebih lebihkan bayangan yang sering ada dalan tangan
kanan mu, walau ku tau tangan kirimu selalu untukku.
Aku
menyesal hal ini terjadi, mengiyakan hatiku yang satu ini tersiksa dibelakang
layar tentang kehidupanmu itu. Untuk cemburu aku hanya bisa setengah, dank u tau
kau punya seseorang yang kau cinta sebelum aku. Dewasalah ? itu lah kata yang
membuatku tertahan dengan tangisku dank u tutup dengan senyumku yang palsu itu.
Bersembunyi dalam raut wajah yang sumringah dihadapanmu. Menatap ke langit agar
air mata itu tak jatuh pada bajumu saat aku memelukmu. Disitulah ada hati yang
sangat terluka.
Aku
tidak berani menyentuhmu dengan kata memelas, aku lebih senang bergurau
denganmu yang semestinya kau tau, gurauanku ada maksud tersembunyi yang
seharusnya kau paham. Tapi itu tidak kau rasakan, karena yang kau rasa terbagi
dalam dua sisi, yaitu aku dan dia.
Semoga
yang terasa akan sadar ketika kau lihat tulisan dengan 420 karakter, memahami
dari 3 slide yang tertulis. Semoga seseorang yang merasakan hal seperti ini
merasakan sesuatu yang tak harus terbagi , seperti CINTA .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar