Udara
malam ini tidak panas tidak dingin. Namun aku masih bertanya kelanjutan
hubunganku dengan kembang sepatu. Yang kutau kembang sepatu telah lebih dulu
bersama si lebah. Aku tak bisa memaksakan kembang sepatu meninggalkan lebah…. Ini
mungkin sebuah pilihan dimana taka da plihan lagi untuk memili. Aku si kumbang
yang tak tau harus berbuat apa, mundur aku salah.. maju aku juga salah. Lebah
yang malang, nasibnya seperti itu.. kembang sepatu tak mempunya pilihan yang
jelas, hidup diatara dua pilihan … antara aku dan si lebah.
Mungkin
Cuma hatiku saja yang sakitnya seperti ini, mengetahui menjadi nomer dua dan
tidak dipentingkan. Kalian bisa merasakan ?
Ya
… aku ingin sebuah pilihan dimana cinta itu suci, bukan menyakiti hati yang
lain. Aku tau lebah tak mengetahui apa yang terjadi antara aku dan di kembang
sepatu. Rasanya seperti di deru ombak yang sedang pasang, ada rasa sakit yang
menusuk terkena deburan ombak.
Rasanya
air mataku sudah habis, tak menetes lagi dengan hal ini. Aku dipojokkan dengan
situasi yang serba salah. Apakah aku harus sendiri lagi?? Ataukah aku harus
bertahan bersama ke dua makluk itu?
Oh
Tuhan ……………
Apa
ini?
Apakah
tak akan ada yang mencintai diriku sebagai lebah yang cantik? Waktu itu bangau
menyakitiku, apakah si kembang sepatu juga seperti itu?
Menunggu
sebuah kepastian*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar