Kamis, 21 November 2013

halaman 6 : Kembang Sepatu Menyakitiku Juga

Udara malam ini tidak panas tidak dingin. Namun aku masih bertanya kelanjutan hubunganku dengan kembang sepatu. Yang kutau kembang sepatu telah lebih dulu bersama si lebah. Aku tak bisa memaksakan kembang sepatu meninggalkan lebah…. Ini mungkin sebuah pilihan dimana taka da plihan lagi untuk memili. Aku si kumbang yang tak tau harus berbuat apa, mundur aku salah.. maju aku juga salah. Lebah yang malang, nasibnya seperti itu.. kembang sepatu tak mempunya pilihan yang jelas, hidup diatara dua pilihan … antara aku dan si lebah.

Mungkin Cuma hatiku saja yang sakitnya seperti ini, mengetahui menjadi nomer dua dan tidak dipentingkan. Kalian bisa merasakan ?

Ya … aku ingin sebuah pilihan dimana cinta itu suci, bukan menyakiti hati yang lain. Aku tau lebah tak mengetahui apa yang terjadi antara aku dan di kembang sepatu. Rasanya seperti di deru ombak yang sedang pasang, ada rasa sakit yang menusuk terkena deburan ombak.
Rasanya air mataku sudah habis, tak menetes lagi dengan hal ini. Aku dipojokkan dengan situasi yang serba salah. Apakah aku harus sendiri lagi?? Ataukah aku harus bertahan bersama ke dua makluk itu?

Oh Tuhan ……………

Apa ini?

Apakah tak akan ada yang mencintai diriku sebagai lebah yang cantik? Waktu itu bangau menyakitiku, apakah si kembang sepatu juga seperti itu?
Menunggu sebuah kepastian*

Tidak ada komentar: