Ini adalah seseorang yang mecari
kebahagiaan dalam diri orang lain. Seperti hawa yang mencintai adam. Namun pada
kenyataannya adam tak mencintai hawa, mungkin lebih baik hawa menyembunyikan
rasa cintanya itu dari pada haru lebih jauh lagi bersama Adam..
Itu kisahmu?
Bisa jadi itu kisahmu.... dimana kamu
yang mencintai dia, namun hanya bisa kau pendam dalam hati. Ada rasa menggebu-gebu saat kau menatapnya,
melihat senyumnya yang masih menyebar kemana mana. Padahal kau tau, cintamu itu
hanya terfokuskan pada satu orang, ya… “ dia “ .
Dia membuatmu sering berhalusinasi
ketika berada didekatmu. Mencoba membayangkan ketika kamu berada dekat
bersamanya, memegang tanganmu dan membicarakn hal-hal yang intim berdua. Lamunan yang akan membuatmu semakin lupa
daratan. Yang aku tahu, daratan tak semulus apa yang di imajinasikan, membuat
sakit saat terbangun dalam imajinasi liat itu. Seketika mimpi itu berhenti
ditengah jalan ketika mata kuliah sedang berjalan, membuatmu semakin tak
konsentrasi dengan apa yang sedang kau tekuni dalam proses pembelajaran
perkuliahan.
Lalu dirimu ketagihan dengan
mimpi-mimpi fatamorgana, semakin larut dalam sebuat mimpi. Itu membuatmu
menjadi galau, galau dengan apa yang ada pada dirimu. Pada apa yang kau miliki
saat ini. Sersering mungkin kamu bercermin, melihat bentuk tubuhmu, muka mu
sampai senyumanmu, dilihat semakin jelek saja ( dalam pikiranmu ) lalu kau
mengintepretasikan kepada jatuh cintamu itu yang diam-daiam..
Ini sungguh membuatmu tak mensyukuri
kehidupan yang selayaknya kau sukuri, dia buakan siapa-siapa. Dia tak berhak
membautmu menjadi minder dengan sosokmu yang ceria, yang mengagumkan. Apa yang di dalam dirimu itu sempurna. Dia
yang tak melihatmu mencintainya bukan karena Tuhan tak menjodohkanmu dengan
dia. Namun belum saatnya saja dirimu mendapatkan apa yang belum seharusnya kau
dapatkan.
Terlampau sayang. Terlampau cinta. Sesuatu yang “terlampau”
dan “berlebihan” akan merugikan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar