Waktu
menunjukan pukul 10 siang, mataharipun
semakin terik di kulit. Mereka menyapaku dalam sapaan anonym yang mereka buat. Tak
mengerti jalan yang Tuhan berikan untuk hari ini, yang ada aku hanya menerima
kenyataan kemarin, ketika dokter mevonisku dengan sakit yang tak sakit namun
akan berdampak dikemudian hari. Suara dokter itu dengan tegas menyatakannya
kepadaku. Melihat sudut mataku yang tak tau apa yang ada dipikirannya. Aku menjawab
apa yang dokter katakana, menekanku dibagaian yang paling menyesakan dalam
pikiran.
Dokter
itu berkata ;
“dengarkan
dulu apa yang saya bilang ! masalah kamu itu serius?! Jangan ngeyel kalau ga
tau“
tapi yang aku tau Dokter itu bukan seperti
itu, perkataannya seperti seorang dictator yang ingin menerkam. Kulihat sudut
ruangan itu, melihat keheningan saat dokter itu berkata.
Kalian
tau apa yang dokter itu katakana??
“
anak sejarah tau apa tentang dunia kedokteran ?!’ sontak aku pun kaget dengan
pernyataan itu, namun aku melihat ibuku…. Ku coba untuk meredam emosi yang
terjadi kemarin. Bukannya aku tak bisa membantah, namun sebagai anak yang punya
etika aku pun dia setelah itu. Namun dalam hati ingin rasanya aku bunuh dokter
itu !
Ada
masalah lain dengan semua itu, aku teringat terus dengan apa yang dokter katakana
tentang masalahku. Aku ingin menangis, namun ketika aku menangis itu akan
membuat beban untuk ibuku. Aku harus kuat di situasi ini. Masalah ini
sebenarnya sangat komplek dengan kehidupanku kelak. Namun tak bisa aku
ceritakan terhadap siapapun termasuk teman.
Namun
seperti yang ibu katakan kemarin ,
“
dokter itu manusia, tak ada yang tau rencana Tuhan”
Akupun
sedikit lega dengan pernyataan ibu seperti itu, rasanya sesak sekali dalam
pikiranku. Namun aku hanya bisa tersenyum dengan masalah ini dan berusaha agar
aku lepas dari masalah tersebut.
Meski
aku punya pacar, tapi bukan pacarku sepenuhnya. Namun aku tak bisa ceritakan
kepadanya. Apa yang aku rasa cukup aku, Tuhan dan keluargaku. Sungguh miris
juga ketika aku tersandung dengan hati yang sudah dimiliki. Apa salahnya lagi dengan apa yang terjadi. Mereka hanya ingin membuatku seperti boneka yang ke dua, dibutuhkan untuk pelampiasan kesepian mereka, aku muak dengan maslah seperti ini.
Mencoba menerima
dengan apa yang terjadi. Namun aku yakin suatu saat nanti pasti ada pria single
yang Tuhan kasih untukku.
Yang
akan meluangkan waktunya hanya untukku, yang hanya memberikan cinta hanya pada
satu wanita. :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar