Hakikat Manusia
Soal :
1. Jelaskan
kaitan antara hakikat manusia dengan sosiologi !
2. Jelaskan
secara singkat unsur-unsur yang esensial dari masing-masing makalah yang dikaji
oleh kelompok Anda !
3. Urgensi
mempelajari hakikat manusia dalam pendidikan !
Jawaban
:
1. Kaitan
antara Hakikat Manusia dengan Sosiologi
·
Hakikat Manusia
Pemikiran tentang Hakikat Manusia, sejak
zaman dahulu kala sampai sekarang ini juga belum berakhir dan tak akan
berakhir. Ternyata orang menyelidiki manusia itu dari berbagai sudut pandangan.
Ilmu yang menyelidiki dan memandang manusia dari berbagai segi inilah yang
membuat orang tak henti-hentinya berusah mencari jawaban tentang pertanyaan
yang mendasar tentang manusia yaitu Apa, dari mana dan kemana manusia itu. Berbicara
mengenai apa manusia itu, ada 4 aliran yang membahasnya yaitu aliran serba zat,
aliran serba ruh, aliran dualism dan aliran eksistensialisme.
Aliran serba zat mengatakan bahwa yang
sungguh-sungguh ada itu hanyalah zat atau materi. Zat atau materi itulah
hakikat dari sesuatu. Ala mini adalah zat atau materi, dan manusia adalah unsur
dari alam. Maka dari itu hakikat manusia itu adalah zat atau materi.
Aliran serba ruh berpendapat bahwa
segala sesuatu yang ada di dunia ini ialah ruh. Juga hakikatnya manusia adalah
“ruh”. Adapun zat itu adalah manifestasi daripada di atas dunia ini.
Aliran dualisme mencoba untuk mengainkan
kedua aliran di atas. Aliran ini
menganggap bahwa manusia itu pada hakikatnya terdiri dari dua substansi yaitu
jasmani dan rohani, badan dan ruh. Kedua substansi ini masing-masing merupakan
asal yang adanya tidak tergantung satu sama lain. Jadi badan tidak berasal dari
ruh juga sebaliknya ruh tuidak berasal dari badan.
Dan Islam berpandangan bahw hakikat
manui adalah manusia itu merupakan perkaitan antara badan dan roh.
Demikian sebagai gambaran bahwa
berbicara tentang hakikat manusia yang dibicarakan itu benda konkret, ternyata
selalu menarik perhatian ahli-ahli pikir dan mereka tak henti-hentinya
memikirkannya.
·
Sosiologi
Auguste Comte Istilah sosiologi dari
gabungan dua kata yang berasal dari bahasa yang berlainan yaitu Socius yang
berasala dari bahasa Latin yang berarti kawan , dan Logos yang berasal dari
bahasa Yunani berarti kata atau berbicara. Jadi sosiologi berarti berbicara
mengenai masyarakat. Sosiologi masuk dalam kategori rumpun-rumpun ilmu social,
ini dikarenakan pokok permasalahan dalam ilmu social pada umumnya membicarakan
kehidupan social manusia, masyarakat atau kehidupan bersama. Sedangkan
sosiologi dapat dikatakan ilmu yang membahas tentang masyarakat.
Jadi kaitan antara Hakikat Manusia
dengan Sosiologi adalah jika hakikat manusia merupakan ilmu yang membicarakan
tentang apa itu manusia sedangkan Sosiologi merupakan salah satu ilmu social
yang mempelajari tentang hubungan antar manusia itu sendiri dengan manusia yang
lainnya. Dengan kata lain Hakikat Manusia dan Sosiologi merupakan ilmu yang
mempelajari satu objek yaitu manusia. Dimana jika Hakikat Manusia mempelajari
manusia dari sudut pandang asal manusia itu sendiri sedangkan Sosiologi
mempelajari manusia dari sudut hubungan antar manusianya.
2. Unsur-Unsur
Esensial makalah kelompok 5 “Manusia dan Masyarakat”
a.
Pengertian Manusia, dipandang dari
biologis manusia hanya merupakan suatu macam mahluk hidup diantara lebih dari
sejuta mahluk lain yang pernah atau masih menduduki alam dunia ini.
b.
Pengertian Masyarakat, Menurut Prof. dr.
Sudikno Mertokusumo, S.H. menyampaikan bahwa masyarakat yaitu salah satu
kehidupan bersama yang anggota-anggotanya mengadakan pola tingkah laku yang
makananya dimengerti oleh semua manusia. Masyarakat merupakan suatu kehidupan
bersama yang terorganisir untuk mencapai dan merealisir tujuan bersama.
Masyarakat merupakan kelompok atau kumpulan manusia.
c.
Hubungan antara Manusia dengan
Masyaratkat
Masyarakat
itu merupakan tatanan social. Manuisi akan berusaha memperoleh rasa bahagia
apabila ia dapat menyesuaikan diri dengan masyarakat. Masyarakat dibentuk dari
kumpulan individu yang berinteraksi secara intensif sehingga munculah persamaan
dan pemikiran (fikroh) yang akhirnya menghasilkan peraturan (system) yang
mereka sepakati bersama. Sekumpulan individu belum tentu adalah sebuah
masyarakat, selama tidak adanya kesamaan perasaan, pemikiran, dan aturan/system
yang sama. Hubungan individu dan masyarakat berdasarkan kolektivisme. Menurut
pandangan ini masyarakat mempunyai hubungan yang kuat. Segala suatu kepentingan
individu ditentukan oleh masyarakat. Masyarakat mengatur secara seragam untuk
kepentingan kolektif atau bersama. Hubunga antara manusia dengan masyarakat,
manusia akan berusaha menyesuaikan diri dengan masyarakat. Dapat disimpulkan
bahwa masyarakat tidak mungkin akan terbentuk apabila tidak ada manusia yang
ada untuk membentuknya. Begitupun sebaliknya, manusia tidak dapat hidup
sendiri, seseorang pasti membutuhkan orang lain yaitu dalam kehidupan
bermasyarakat hal itu dapat diperoleh.
3. Urgensi
mempelajari Hakikat Manusia dalam Pendidikan
Hakikat manusia sangatlah penting
dipelajari dalam pendidikan hal ini karena hakikat manusia mempelajari tentang
darimana atau asal manusia tersebut. Dan tujuannya jika hakikat manusia
dipelajari dalam pendidikan, adalah seseorang yang mempelajari hakikat manusia
tersebut dapat membedakan antara mana yang baik dan mana yang buruk. Dan telah
berulang kali dinyatakan bahwa pendidikan adalah persoalan yang melekat secara
kodrati di dalam diri manusia. Pendidikan tersebut di seluruh sektor kegiatan
kehidupanmasyarakat, baik dalam dimensi horizontal maupun vertikal. Ketika
manusia berinteraksi dengan dirinya, di situlah ada pendidikan. Ketika
berinteraksi dengan sesamanya dalam setiap kegiatankemasyarakatan, di situ ada
pula pendidikan, dan begitu juga saat manusia berinteraksi dengan alamnya
pendidkan tidak pernah lepas dari alam itu sendiri, dan terlebihnya ketika
manusia berinteraksi dengan Tuhan pendidikan makin jelas adanya. Dengan
demikian maka antara pendidikan dengan manusia bagaikan wadah dengan isinya,
artinya bahwa bahwa tujuan pendidikan menjadi faktor utama penentu kelangsungan
hidup dari kehidupan manusia serta pembangunan masyarakat yang berwawasan
global dan mampu bersaing demi masa depan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar