Minggu, 10 Juni 2012

Contoh Soal Hakikat Manusia


Hakikat Manusia
Soal :
1.      Jelaskan kaitan antara hakikat manusia dengan sosiologi !
2.      Jelaskan secara singkat unsur-unsur yang esensial dari masing-masing makalah yang dikaji oleh kelompok Anda !
3.      Urgensi mempelajari hakikat manusia dalam pendidikan !

Jawaban :

1.      Kaitan antara Hakikat Manusia dengan Sosiologi
·         Hakikat Manusia
Pemikiran tentang Hakikat Manusia, sejak zaman dahulu kala sampai sekarang ini juga belum berakhir dan tak akan berakhir. Ternyata orang menyelidiki manusia itu dari berbagai sudut pandangan. Ilmu yang menyelidiki dan memandang manusia dari berbagai segi inilah yang membuat orang tak henti-hentinya berusah mencari jawaban tentang pertanyaan yang mendasar tentang manusia yaitu Apa, dari mana dan kemana manusia itu. Berbicara mengenai apa manusia itu, ada 4 aliran yang membahasnya yaitu aliran serba zat, aliran serba ruh, aliran dualism dan aliran eksistensialisme.
Aliran serba zat mengatakan bahwa yang sungguh-sungguh ada itu hanyalah zat atau materi. Zat atau materi itulah hakikat dari sesuatu. Ala mini adalah zat atau materi, dan manusia adalah unsur dari alam. Maka dari itu hakikat manusia itu adalah zat atau materi.
Aliran serba ruh berpendapat bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ini ialah ruh. Juga hakikatnya manusia adalah “ruh”. Adapun zat itu adalah manifestasi daripada di atas dunia ini.
Aliran dualisme mencoba untuk mengainkan kedua aliran di  atas. Aliran ini menganggap bahwa manusia itu pada hakikatnya terdiri dari dua substansi yaitu jasmani dan rohani, badan dan ruh. Kedua substansi ini masing-masing merupakan asal yang adanya tidak tergantung satu sama lain. Jadi badan tidak berasal dari ruh juga sebaliknya ruh tuidak berasal dari badan.
Dan Islam berpandangan bahw hakikat manui adalah manusia itu merupakan perkaitan antara badan dan roh.
Demikian sebagai gambaran bahwa berbicara tentang hakikat manusia yang dibicarakan itu benda konkret, ternyata selalu menarik perhatian ahli-ahli pikir dan mereka tak henti-hentinya memikirkannya.



·         Sosiologi
Auguste Comte Istilah sosiologi dari gabungan dua kata yang berasal dari bahasa yang berlainan yaitu Socius yang berasala dari bahasa Latin yang berarti kawan , dan Logos yang berasal dari bahasa Yunani berarti kata atau berbicara. Jadi sosiologi berarti berbicara mengenai masyarakat. Sosiologi masuk dalam kategori rumpun-rumpun ilmu social, ini dikarenakan pokok permasalahan dalam ilmu social pada umumnya membicarakan kehidupan social manusia, masyarakat atau kehidupan bersama. Sedangkan sosiologi dapat dikatakan ilmu yang membahas tentang masyarakat.
Jadi kaitan antara Hakikat Manusia dengan Sosiologi adalah jika hakikat manusia merupakan ilmu yang membicarakan tentang apa itu manusia sedangkan Sosiologi merupakan salah satu ilmu social yang mempelajari tentang hubungan antar manusia itu sendiri dengan manusia yang lainnya. Dengan kata lain Hakikat Manusia dan Sosiologi merupakan ilmu yang mempelajari satu objek yaitu manusia. Dimana jika Hakikat Manusia mempelajari manusia dari sudut pandang asal manusia itu sendiri sedangkan Sosiologi mempelajari manusia dari sudut hubungan antar manusianya.

2.      Unsur-Unsur Esensial makalah kelompok 5 “Manusia dan Masyarakat”
a.       Pengertian Manusia, dipandang dari biologis manusia hanya merupakan suatu macam mahluk hidup diantara lebih dari sejuta mahluk lain yang pernah atau masih menduduki alam dunia ini.
b.      Pengertian Masyarakat, Menurut Prof. dr. Sudikno Mertokusumo, S.H. menyampaikan bahwa masyarakat yaitu salah satu kehidupan bersama yang anggota-anggotanya mengadakan pola tingkah laku yang makananya dimengerti oleh semua manusia. Masyarakat merupakan suatu kehidupan bersama yang terorganisir untuk mencapai dan merealisir tujuan bersama. Masyarakat merupakan kelompok atau kumpulan manusia.
c.       Hubungan antara Manusia dengan Masyaratkat
Masyarakat itu merupakan tatanan social. Manuisi akan berusaha memperoleh rasa bahagia apabila ia dapat menyesuaikan diri dengan masyarakat. Masyarakat dibentuk dari kumpulan individu yang berinteraksi secara intensif sehingga munculah persamaan dan pemikiran (fikroh) yang akhirnya menghasilkan peraturan (system) yang mereka sepakati bersama. Sekumpulan individu belum tentu adalah sebuah masyarakat, selama tidak adanya kesamaan perasaan, pemikiran, dan aturan/system yang sama. Hubungan individu dan masyarakat berdasarkan kolektivisme. Menurut pandangan ini masyarakat mempunyai hubungan yang kuat. Segala suatu kepentingan individu ditentukan oleh masyarakat. Masyarakat mengatur secara seragam untuk kepentingan kolektif atau bersama. Hubunga antara manusia dengan masyarakat, manusia akan berusaha menyesuaikan diri dengan masyarakat. Dapat disimpulkan bahwa masyarakat tidak mungkin akan terbentuk apabila tidak ada manusia yang ada untuk membentuknya. Begitupun sebaliknya, manusia tidak dapat hidup sendiri, seseorang pasti membutuhkan orang lain yaitu dalam kehidupan bermasyarakat hal itu dapat diperoleh.
3.      Urgensi mempelajari Hakikat Manusia dalam Pendidikan
Hakikat manusia sangatlah penting dipelajari dalam pendidikan hal ini karena hakikat manusia mempelajari tentang darimana atau asal manusia tersebut. Dan tujuannya jika hakikat manusia dipelajari dalam pendidikan, adalah seseorang yang mempelajari hakikat manusia tersebut dapat membedakan antara mana yang baik dan mana yang buruk. Dan telah berulang kali dinyatakan bahwa pendidikan adalah persoalan yang melekat secara kodrati di dalam diri manusia. Pendidikan tersebut di seluruh sektor kegiatan kehidupanmasyarakat, baik dalam dimensi horizontal maupun vertikal. Ketika manusia berinteraksi dengan dirinya, di situlah ada pendidikan. Ketika berinteraksi dengan sesamanya dalam setiap kegiatankemasyarakatan, di situ ada pula pendidikan, dan begitu juga saat manusia berinteraksi dengan alamnya pendidkan tidak pernah lepas dari alam itu sendiri, dan terlebihnya ketika manusia berinteraksi dengan Tuhan pendidikan makin jelas adanya. Dengan demikian maka antara pendidikan dengan manusia bagaikan wadah dengan isinya, artinya bahwa bahwa tujuan pendidikan menjadi faktor utama penentu kelangsungan hidup dari kehidupan manusia serta pembangunan masyarakat yang berwawasan global dan mampu bersaing demi masa depan

Tidak ada komentar: