Sabtu, 02 Juni 2012

Potret sila ke 4


Pancasila digunakan sebagai dasar negara dan ideology negara. Dansebagai tolak ukur dalam berpikir dan bertingkah laku. Setiap sila dalam pancasila mempunya makna tersendiri. Dari hal ini saya akan melihat sisi makna dari sila ke-4 yang berbunyi “ KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAT KEBIJAKSANAAN DALAM PERMUSYAWARATAN PERWAKILAN”.
 Yang mempunyai arti demokrasi. Dalam hal ini manusia mempunyai kedudukan,hak,dan kewajiban yang sama cara pengaplikasianya pun dapat diartikan sendiri dari setiap orang.  Setiap pengambilan keputusan tidak berdasarkan kehendak sendiri tanpa memaksakan kehendak sendiri, tetapi apakah baru-baru sekarang ini sudah ada dalam kehidupan sehari-hari? Mungkin belum seutuhnya penerapan nya. Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang diambil sebagai musyawarah dan keputusan yang diambila haruslah dapat dipertanggung jawabkan secaramoral kepada Tuhan yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat danmartabat manusia, nilai-nilai kebenaran, dan keadilan, mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama.
Indonesia adalah masyarakat multicultural yang pada intinya dipimpin oleh seorang kepala negara ( presiden ), orang yang berwibawa dan mengabdikan hidupnya untuk rakyat. Namun kenyataan nya realita pada jaman saat ini malah sebaliknya , korupsi dimana mana dan keadilan pun sudah banyak yang mempertanyakan. Apakah ini sudah tidak ada harapan lagi menuju Indonesia maju? Atau sebalik nya. Hidup masyarakat pun semakin sulit, memang pemerintah tidak dapat disalahkan seutuhnya, tapi dengan banyak nya partai politik yang sekiranya dapat menampung aspirasi masyarakat malah sebaliknya.
Selain itu dari masyarakat sendiri yang biasa disebut dengan demokrasi sering dilakukan tanpa adanya izin terlebih dahulu atau melapor kepada pihak yang berwajib , memang telah kita ketahui bahwa demonstrasi itu sah dan mempunyai hak sebagai warga negara untuk dapat menyampaikan aspirasinya, yang secara keseluruhan mempunyai dampak besar bagi masyarakat. Tetapi yang dilakukan beberapa taun ini banyak yang tidak menggunakan prosedur saat akan demonstrasi yang menjadikan kerusuhan dimana-mana yang tak terkendali, akibatnya banyak korban terluka atau gedung-gedung rusak akibat ulah pendemonstrasi yang tidak melaksanakan prosedur yang ada.
Banyaknya kecurangan dalam penarikan pemilu, seperti pemilu yang tidak dicontreng atau kotak pemilu yang tidak disegel, banyaknya penyuapan yang terjadi semakin arti pancasila tidak dihargai lagi atau dipandang sebelah mata.  Kurangnya rasa solidaritas antara pemerintah dan masyarakat menjadikan tidak adanya sesuatu yang terkoordinir dengan baik . yang hanya sibuk dengan kepentinganya saja atau kelompoknya.
Maka dari itu hal yang harus dibenarkan dengan berintrospeksi terhadap apa yang ada dilingkungan sekitar , jangan hanya melihat kelompok atau kepentingan saja. Negara Indonesia ini butuh keseimbangan yang dapat memperbaiki pola sosial yang ada. Sehingga terjadi negara demokrasi yang diinginkan bagi setiap orang.

Tidak ada komentar: