BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Manusia dalam hidupnya dikelilingi
berbagai macam bahaya yang mengancam kepentingannya, sehingga seringkali
menyebabkan kepentingannya atau keinginannya tidak tercapai. Manusia
menginginkan agar kepentingan-kepentingannya terlindungi dari bahaya-bahaya
yang mengancamnya. Untuk itu dia memerlukan bantuan orang lain. Lebih-lebih
mengingat bahwa manusia itu termasuk mahluk yang lemah dalam menghadapi ancaman
bahaya terhadap terhadap dirinya atau kepentingannya akan lebih kuat
kedudukannya menghadapi bahaya apabila ia bekerja sama dengan manusia lain
dalam kelompok atau kehidupan bersama. Ia akan lebih kuat menghadapi
ancaman-ancaman terhadap kepentingannya, yang dengan demikian akan lebih
terjamin perlindungannya apabila ia hidup dalam masyarakat.
B.
Pokok
Permasalahan
1. Apa
pengertian Manusia?
2. Apa
pengertian Masyarakat?
3. Apa
hubungan antara Manusia dan Masyarakat?
C.
Tujuan
Penulisan
1. Menjelaskan
tentang pengertian manusia.
2. Menjelaskan
tentang pengertian masyarakat.
3. Menyampaikan
hubungan antara manusia dan masyarakat.
BAB
II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Manusia
Dipandang dari biologi manusia hanya
merupakan suatu macam mahluk di antara lebih dari sejuta macam mahluk
lain, yang pernah atau masih menduduki
alam dunia ini. Pada pertengahan abada ke-19 para ahli biologi, dan yang
terpenting di antara mereka C. Darwin mengumumkan teori tentang proses evolusi
biologi. Menurut teori itu bentuk-bentuk hidup tertua di muka bumi ini, terdiri
dari mahluk-mahluk satu sel yang sangat sederhana seperti misalnya protozoa.
Dalam jangka waktu berates-ratus juta tahun lamanya timbul dan berkembang bentuk-bentuk
hidup berupa mahluk-mahluk dengan organisasi yang makin lama makin kompleks,
dan pada kala-kala terakhir ini telah berkembang atau berevolusi mahluk-mahluk
seperti kera dan manusia.
Ada juga pengertian tentang yaitu
manusia adalah mahluk yang berhadapan dengan dirinya sendiri. Tidak hanya
berhadapan, tetapi juga menghadapi, dalam arti mirip dengan menghadapi soal,
menghadapi kesukaran. Aristoteles pun beranggapan bahwa manusia adalah mahluk
sosial yang tidak bisa bertahan hidup tanpa bantuan dari orang lain.
B.
Pengertian
Masyarakat
Prof. Dr. Sudikno Mertokusumo, S.H.
dalam bukunya yang berjudul Mengenal
Hukum Suatu Pengantar (2005:1) menyampaikan bahwa masyarakat yaitu salah
satu kehidupan bersama yang anggota-anggotanya mengadakan pola tingkah laku
yang maknanya dimengerti oleh sesama anggota. Masyarakat merupakan suatu
kehidupan bersama yang teroganisir untuk mencapai dan merealisir tujuan
bersama. Masyrakat merupakan kelompok atau kumpulan manusia. Beberapa jumlah
manusia diperlukan untuk dapat disebut masyarakat tidaklah berapa penting.
Apabila di sebuah pulau hanya terdapat seorang manusia saja belumlah dapat
dikatakan ada masyarakat, tetapi kalau kemudian datang manusia lain di pulau
itu akan terjadilah hubungan dan pengaturan.
C.
Hubungan
anatara Manusia dan Masyarakat
Masyarakat
itu merupakan tatanan sosial psikologis. Psyche manusia individual sadar akan
adanya sesama manusia. Ia ngharus mengingat dan memperhitungkan adanya
masyarakat. Manusia akan berusaha dan akan merasa berbahagia apabila ia dapat
menyesuaikan diri dengan masyarakat. Bila tidak berhasil ia akan merasa kecewa
dan sedih karena ia merasa sebagai seseorang yang tidak dikehendaki. yang
Dapatlah dikatakan bahwa tidak ada
seorang manusia yang hidup seorang diri terpencil jauh dan lepas dari kehidupan
bersama. Manusia tidak mungkin berdiri di luar atau tanpa mastyarakat .
Sebaliknya masyarakat tidak mungkin ada tanpa manusia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar