KARYA
DAN PENGABDIANNYA
IDENTITAS
BUKU
·
JUDUL :
ABDUL RAHMAN BASWEDAN: KARYA DAN
PENGABDIANNYA
·
PENULIS :
SURATMIN
·
PENERBIT :
Departemen
Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional, Proyek
Inventarisasi dan Dokumentasi Sejarah Nasional, 1989
·
TAHUN TERBIT : 1989
·
EDISI :
PERTAMA
·
TEBAL : 230 HALAMAN
Penulis
kenal baik dengan sdr. A.R. Baswedan pada waktu mereka bersama ada di Malang
tahun 1938. Penulis merupakan salah satu sahabat dari A.R Baswedan yang menjadi
objek dalam penulisan buku ini. Pada tahun 1936, setelah penulis pada tahun
1935 keluar dari penjara Sukamiskin ( Bandung ) dimana penulis harus menjalani hukuman penjara 15 bulan,
dikarenakan melanggar artike 153 bis dan ter. Saudara A.R. Baswedan begitulah
panggilan akrab penulis kepada A.R. Baswedan, pada tahun 1938 juga berada di
Malang yang disebabkan menghindari akan
adanya kongres. Persatuan Advokad Indonesia. Dalam biografinya yang ditulis oleh
Suratmin sahabatnya sendiri, beliau A.R.Baswedan merupakan seorang
nasionalis, jurnalis, pejuang kemerdekaan Indonesia, diplomat dan juga
sastrawan Indonesia. Mungkin angkatan muda kita belum banyak yang mengetahui
A.R Baswedan dan bagaimana darma baktinya terhadap bangsa dan Negara Republik
Indonesia. Pada meteri yang digunakan dalam penulisan biografi belum terlalu
mudah untuk dipahami. Contohnya saja dalam mengembangkan ide - ide pokok. Tetapi dalam biografi ini penulis
mengambil beberapa langkah seperti studi kepustakaan , wawancara dan penelitian
lapangan. Dalam studi kepustakaan, penulis juga mempelajari dan mengorek buku –
buku, majalah – majalah, serta surat kabar dan surat–surat pribadi sebagai
kenangan sahabat – sahabat A.R.Baswedan. Data–data kepustakaan penulis dapatkan
dari arsip dan koleksi A.R.Baswedan sendiri. Sebagai pelengkap dan pendukung
data–data tertulis yang telah ada, penulis juga mengadakan wawancara dengan
beberapa tokoh dan keluarga serta sahabat–sahabat dari A.R.Baswedan. Dalam
buku ini penulis menerangkan biografi tentang sahabatnya sendiri yang bernama A.R.Baswedan.
Setiap
biografi mempunyai tujuan untuk mengungkapkan kisah para tokoh yang
dibiografikan. Sama halnya dengan penulisan biografi ini yang mengangkat tema
tentang karya dan pengabdian seorang A.R.Baswedan mempunyai tujuan diantaranya
mengungkapkan kisah perjuangan A.R.Baswedan sebagai tokoh nasional. Dan agar
semua kalangan masyarakat baik kaum terpelajar maupun masyarakat awam
dapat meneladani semangat berjuang,
keiklasan berkorban dan pengabdian A.R.Baswedan kepada nusa dan bangsa.
A.R.Baswedan
adalah penulis berbakat dalam karya sastra Indonesia,selain menguasai bahasa
Indonesia beliau juga menguasai bahasa Belanda , bahasa Inggris juga bahasa
Arab. Sebagai wartawan tulisanya sangat menarik dan apabila ada sesuatu yang tidak
disetujui beliau katakan. A.R.Baswedan juga seorang penyair, sastrawan, seniman
dalam menulis, seniman dalam pidato, seniman dalam praktik, seniman diplomasi
dan seniman dalam theater. Karena kemampuannya menguasai bahasa Arab dan
bersifat sastra beliau di usulkan
menjadi dosen bangsa arab, tetapi dia tidak mau dan beliau lebih memilih
menjadi mahasiswa di IAIN Sunan Kalijaga. Beliau juga pencinta ilmu yang suka
berdiskusi. Sebagai muslim modern ia anti konservatif, anti kekolotan. Beliau
berada dalam kelompok modern dan realistis, orang yang berperinsib, maka beliau
dipilih menjadi menteri. Hasil diplomasinya dengan pengalamanya ke Mesir, Siria,
Irak, Iran, Libanon mempunyai arti penting bagi perjuangan bangsa Indonesia.
Dalam
biografi A. R. Baswedan pada masa sekarang ini dampak yang dirasakan belum
terlihat sekali, terutama pada aplikasi dalam kehidupan karena sedikit
sekali kaum pelajar dan kaum awam yang
mengenal darma baktinya terhadap bangsa dan Negara Repulik. Menurut mereka
sejarah itu hanyalah masa lalu, pada penerapanya masyarakat kurang peduli bagaimana
Indonesia menjadi seperti saat ini. Kurangnya minat masyarakat inilah yang
menyebabkan sejarah itu biasa biasa saja. Bagi angkatan tua mungkin
A.R.Baswedan juga sedikit yang mengetahuinya, karena kurang minatnya membaca
sejarah .
Salah
satu metode pendekatan yang digunakan penulis dalam menyusun biografi ini
adalah pendekatan social politic. Dalam pendekatan social politic penulis
mengungkapkan kehidupan A. R.Baswedan dalam menghadapi kehidupan sebagai
seorang nasionalis dan pejuang kemerdekaan Indonesia. A.R.Baswedan adalah salah
satu diplomat pertama Indonesia dan berhasil mendapatkan pengakuan dejure dan
defacto pertama bagi eksistensi Republik Indonesia yaitu dari Mesir.Dalam
zamannya A.R.Bawesdan merupakan seorang pemberontak. Beliau juga merupakan
wartawaan tangguh yang bekerja bukan karena gaji .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar