Sabtu, 02 Juni 2012

RESENSI BIOGRAFI ABDUL RAHMAN BASWEDAN


KARYA DAN PENGABDIANNYA
IDENTITAS BUKU
·         JUDUL                       : ABDUL RAHMAN BASWEDAN:  KARYA DAN PENGABDIANNYA
·         PENULIS       : SURATMIN
·         PENERBIT     : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional, Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Sejarah Nasional, 1989
·         TAHUN TERBIT       : 1989
·         EDISI             : PERTAMA
·         TEBAL                       : 230 HALAMAN
Penulis kenal baik dengan sdr. A.R. Baswedan pada waktu mereka bersama ada di Malang tahun 1938. Penulis merupakan salah satu sahabat dari A.R Baswedan yang menjadi objek dalam penulisan buku ini. Pada tahun 1936, setelah penulis pada tahun 1935 keluar dari penjara Sukamiskin ( Bandung ) dimana penulis  harus menjalani hukuman penjara 15 bulan, dikarenakan melanggar artike 153 bis dan ter. Saudara A.R. Baswedan begitulah panggilan akrab penulis kepada A.R. Baswedan, pada tahun 1938 juga berada di Malang yang disebabkan menghindari  akan adanya kongres. Persatuan Advokad Indonesia. Dalam biografinya yang ditulis oleh Suratmin sahabatnya sendiri, beliau A.R.Baswedan merupakan seorang nasionalis, jurnalis, pejuang kemerdekaan Indonesia, diplomat dan juga sastrawan Indonesia. Mungkin angkatan muda kita belum banyak yang mengetahui A.R Baswedan dan bagaimana darma baktinya terhadap bangsa dan Negara Republik Indonesia. Pada meteri yang digunakan dalam penulisan biografi belum terlalu mudah untuk dipahami. Contohnya saja dalam mengembangkan ide -  ide pokok. Tetapi dalam biografi ini penulis mengambil beberapa langkah seperti studi kepustakaan , wawancara dan penelitian lapangan. Dalam studi kepustakaan, penulis juga mempelajari dan mengorek buku – buku, majalah – majalah, serta surat kabar dan surat–surat pribadi sebagai kenangan sahabat – sahabat A.R.Baswedan. Data–data kepustakaan penulis dapatkan dari arsip dan koleksi A.R.Baswedan sendiri. Sebagai pelengkap dan pendukung data–data tertulis yang telah ada, penulis juga mengadakan wawancara dengan beberapa tokoh dan keluarga serta sahabat–sahabat dari A.R.Baswedan. Dalam buku ini penulis menerangkan biografi tentang sahabatnya sendiri yang bernama A.R.Baswedan.
Setiap biografi mempunyai tujuan untuk mengungkapkan kisah para tokoh yang dibiografikan. Sama halnya dengan penulisan biografi ini yang mengangkat tema tentang karya dan pengabdian seorang A.R.Baswedan mempunyai tujuan diantaranya mengungkapkan kisah perjuangan A.R.Baswedan sebagai tokoh nasional. Dan agar semua kalangan masyarakat baik kaum terpelajar maupun masyarakat awam dapat  meneladani semangat berjuang, keiklasan berkorban dan pengabdian A.R.Baswedan kepada nusa dan bangsa.
A.R.Baswedan adalah penulis berbakat dalam karya sastra Indonesia,selain menguasai bahasa Indonesia beliau juga menguasai bahasa Belanda , bahasa Inggris juga bahasa Arab. Sebagai wartawan tulisanya sangat menarik dan apabila ada sesuatu yang tidak disetujui beliau katakan. A.R.Baswedan juga seorang penyair, sastrawan, seniman dalam menulis, seniman dalam pidato, seniman dalam praktik, seniman diplomasi dan seniman dalam theater. Karena kemampuannya menguasai bahasa Arab dan bersifat sastra  beliau di usulkan menjadi dosen bangsa arab, tetapi dia tidak mau dan beliau lebih memilih menjadi mahasiswa di IAIN Sunan Kalijaga. Beliau juga pencinta ilmu yang suka berdiskusi. Sebagai muslim modern ia anti konservatif, anti kekolotan. Beliau berada dalam kelompok modern dan realistis, orang yang berperinsib, maka beliau dipilih menjadi menteri. Hasil diplomasinya dengan pengalamanya ke Mesir, Siria, Irak, Iran, Libanon mempunyai arti penting bagi perjuangan bangsa Indonesia.
Dalam biografi A. R. Baswedan pada masa sekarang ini dampak yang dirasakan belum terlihat sekali, terutama pada aplikasi dalam kehidupan karena sedikit sekali  kaum pelajar dan kaum awam yang mengenal darma baktinya terhadap bangsa dan Negara Repulik. Menurut mereka sejarah itu hanyalah masa lalu, pada penerapanya masyarakat kurang peduli bagaimana Indonesia menjadi seperti saat ini. Kurangnya minat masyarakat inilah yang menyebabkan sejarah itu biasa biasa saja. Bagi angkatan tua mungkin A.R.Baswedan juga sedikit yang mengetahuinya, karena kurang minatnya membaca sejarah .
Salah satu metode pendekatan yang digunakan penulis dalam menyusun biografi ini adalah pendekatan social politic. Dalam pendekatan social politic penulis mengungkapkan kehidupan A. R.Baswedan dalam menghadapi kehidupan sebagai seorang nasionalis dan pejuang kemerdekaan Indonesia. A.R.Baswedan adalah salah satu diplomat pertama Indonesia dan berhasil mendapatkan pengakuan dejure dan defacto pertama bagi eksistensi Republik Indonesia yaitu dari Mesir.Dalam zamannya A.R.Bawesdan merupakan seorang pemberontak. Beliau juga merupakan wartawaan tangguh yang bekerja bukan karena gaji .

Tidak ada komentar: