Bab
I
PENDAHULUAN
a. Latar
belakang
Asal mula
Thailand secara tradisional dikaitkan dengan sebuah kerajaan yang berumur
pendek, Kerajaan Sukhotai yang didirikan pada tahun 1238. Kerajaan ini kemudian
diteruskan Kerajaan Ayutthaya yang didirikan pada pertengahan abad ke 14 dan
berukuran lebih besar dibandingkan Sukhothai. Kebudayaan Thailand dipengaruhi
dengan kuat oleh Tiongkok dan India. Hubungan dengan beberapa negara besar
Eropa dimulai pada abad ke-16 namun meskipun mengalami tekanan yang kuat,
Thailand tetap bertahan sebagai satu-satunya negara di Asia Tenggara yang tidak
pernah dijajah oleh negara Eropa, meski pengaruh Barat, termasuk ancaman
kekerasan, mengakibatkan berbagai perubahan pada abad ke-19 dan diberikannya banyak
kelonggaran bagi pedagang-pedagang Britania.Sebuah
revolusi tak berdarah pada tahun 1932 menyebabkan dimulainya monarki
konstitusional. Sebelumnya dikenal dengan nama Siam, negara ini mengganti
namanya menjadi Thailand pada tahun 1939 dan untuk seterusnya, setelah pernah
sekali mengganti kembali ke nama lamanya pasca-Perang Dunia II. Pada perang
tersebut, Thailand bersekutu dengan Jepang; tetapi saat Perang Dunia II
berakhir, Thailand menjadi sekutu Amerika Serikat. Beberapa kudeta terjadi
dalam tahun-tahun setelah berakhirnya perang, namun Thailand mulai bergerak ke
arah demokrasi sejak tahun 1980-an.
b. Rumusan
Masalah
1- Bagaimana asala mula Thailand ?
2- Apa kontribusi Thailand pada masa PD II ?
3- Bagaimana keadaan Thailand setelah PD II ?
c. Tujuan
-
Menceritakan
asal mula terbentuknya Thailand
-
Mengetahui apa saja kontribusi Thailand pada masa PD II
-
Mengetahui keadaan Thailand setelah PD II
Bab II
PEMBAHASAN
Thailand
adalah penamaan Inggris untuk sebuah negara kerajaan di Asia Tenggara
yang berbatasan langsung dengan Laos, Kamboja, Malaysia, dan Myanmar. Menurut
bahasa aslinya, namanya Muang Thai. Negara ini juga pernah dinamakan Siam. Ibu
kotanya Bangkok.Penduduknya pada 2010 diperkirakan sekitar 70 juta jiwa, dengan
luas daratannya lebih dari setengah juta kilometer persegi. Rajanya
bernama Bhumibol Adulyadej, yang berkuasa sejak 9 Juni 1946 . Kawasan
Thailand sudah dihuni manusia sejak zaman paleolitikum, yaitu sekitar 10 ribu
tahun lalu. Seperti negara lain di Asia Tenggara, Thailand menerima pengaruh kuat
dari budaya dan agama di India, yang masuk ke Thailand sejak zaman Kerajaan
Funan pada abad pertama Masehi.
Sejarah
Mencatat,Setelah kejatuhan Kerajaan Khmer/Myanmar pada abad ke-13,
Berbagai negara tumbuh di sana, sebut saja di antaranya Tai, Mon, dan Melayu,
seperti bisa dilihat dari situs-situs arkeologi dan artefak yang bertebaran di
sana.Namun negara pertama yang dianggap sebagai cikal bakal Thailand
adalah Sukhothai, sebuah negara Buddha yang berdiri pada 1238 M. Namun,
satu abad kemudian, kekuasaan Sukhothai meredup dan muncul Kerajaan Ayutthaya
sebagai negara terkuat di kawasan itu.Kekuasaan Kerajaan Ayutthaya berpusat
di Menam, sedangkan di lembah utara Kerajaan Lanna dan sejumlah
kerajaan-kota kecil lainnya menguasai wilayah itu. Pada 1431, Khmer
meninggalkan Angkor setelah kekuatan Ayutthaya menyerang kota itu.
Ayutthaya
menjadi salah satu pusat perdagangan di Asia dengan menjalin kerja sama niaga
dengan Cina, India, Persia, dan Arab. Para pedagang Eropa tiba di kawasan itu
pada abad ke-16, dimulai dengan Portugis, diikuti Prancis, Belanda, dan
Inggris.Setelah kejatuhan Ayutthaya pada 1767 di tangan Burma,
Raja Taksin yang Agung memindahkan ibu kota Thailand
ke Thonburi selama 15 tahun. Era Rattanakosin pun dimulai
pada 1782, mengikuti mantapnya Bangkok sebagai ibu kota Dinasti Chakri di bawah
kekuasaan Raja Rama I yang Agung. Seperempat sampai sepertiga
penduduk di wilayah Thailand adalah budak . Meski mendapat tekanan terus dari
bangsa Eropa, Thailand adalah satu-satunya bangsa di Asia Tenggara yang tidak
pernah dijajah. Ada dua alasan mengapa Thailand tetap merdeka.
Pertama,
Thailand memiliki sistem suksesi yang mantap pada abad ke-19. Kedua, Thailand
mampu mengeksploitasi persaingan dan ketegangan antara Indocina Prancis dan
Kerajaan Inggris. Hasilnya, Thailand menjadi Negara buffer antara berbagai
negara di Asia Tenggara yang dijajah dua kekuatan, Inggris dan Prancis.Meski
begitu, akibat berbagai kesepakatan menjelang akhir abad ke-19, lama-lama
wilayah kekuasaan Thailand digerogoti juga. Sisi timur Mekong jatuh ke tangan
Prancis, sedangkan Shan (sekarang Burma) dan Semenanjung Malaya jatuh ke tangan
Inggris.
Pada
1932, sebuah revolusi tak berdarah oleh kelompok militer dan para pejabat sipil
yang dipimpin Khana Ratsadon menghasilkan transisi kekuasaan, yakni Raja
Prajadhipok dipaksa mengabulkan keinginan rakyat Siam untuk membuat konstitusi,
yang mengakhiri monarki absolut selama berabad-abad.
Pada
Perang Dunia II, Thailand “membantu” Jepang melawan sekutu. Tapi seusai perang,
Thailand menjadi sekutu Amerika Serikat. Seperti kebanyakan negara berkembang
lainnya selama Perang Dingin, Thailand selalu didorong oleh ketidakstabilan politik yang
ditandai kudeta demi kudeta oleh militer. Hal itu bahkan masih berlangsung
hingga tahun-tahun terakhir.Kerajaan Thai merupakan tempat terletaknya beberapa
wilayah geografis yang berbeda. di sebelah utara, keadaannya bergunung-gunung,
dan titik tertingginya berada di doi Inthanon (2.576 m). Sebelah timur laut
terdiri dari Hamparan Khorat, yang dibatasi di timur oleh sungai Mekong.
Wilayah tengah negara didominasi lembah sungai Chao Phraya yang hampir
seluruhnya datar, dan mengalir ke Teluk Thailand. di sebelah selatan terdapat
Tanah Genting Kra yang melebar ke Semenanjung Melayu .
Thailand
merupakan tempat terletaknya beberapa wilayah geografis yang berbeda. Di
sebelah utara, keadaannya bergunung-gunung, dan titik tertingginya berada di
Doi Inthanon (2.576 m). Sebelah timur laut terdiri dari Hamparan Khorat, yang
dibatasi di timur oleh sungai Mekong. Wilayah tengah negara didominasi lembah
sungai Chao yang hampir seluruhnya datar, dan mengalir ke Teluk Thailand. Di
sebelah selatan terdapat Tanah Genting Kra yang melebar ke Semenanjung Melayu.
Cuaca
setempat adalah tropis dan bercirikan monsoon (monsun). Ada monsun hujan,
hangat dan berawan dari sebelah barat daya antara pertengahan Mei dan
September, serta monsun yang kering dan sejuk dari sebelah timur laut dari
November hingga pertengahan Maret. Tanah genting di sebelah selatan selalu
panas dan lembab. Kota-kota besar selain ibu kota Bangkok termasuk Nakhon
Ratchasima, Nakhon Sawan, Chiang Mai, dan Songkhla.
Thailand
berbatasan dengan Laos dan Myanmar di sebelah utara, dengan Malaysia dan Teluk
Siam di selatan, dengan Myanmar dan Laut Timur di barat dan dengan Laos dan
Kamboja di timur. Koordinat geografisnya adalah 5°-21° LU dan 97°-106° BT . Kerajaan Thai (nama
resmi bahasa Thai: ราชอาณาจักรไทย
Ratcha Anachak Thai; atau Prathēt Thai), yang lebih sering disebut Thailand
dalam bahasa Inggris, atau dalam bahasa aslinya Mueang Thai (dibaca:
"meng-thai", sama dengan versi Inggrisnya, berarti "Negeri
Thai"), adalah sebuah negara di Asia Tenggara yang berbatasan dengan Laos
dan Kamboja di timur, Malaysia dan Teluk Siam di selatan, dan Myanmar dan Laut
Andaman di barat. Kerajaan Thai dahulu dikenal sebagai Siam sampai tanggal 11
Mei 1949. Kata "Thai" (ไทย)
berarti "kebebasan" dalam bahasa Thai, namun juga dapat merujuk
kepada suku Thai, sehingga menyebabkan nama Siam masih digunakan di kalangan
warga negara Thai terutama kaum minoritas Tionghoa.
Asal
mula Kerajaan Thai secara tradisional dikaitkan dengan sebuah kerajaan yang
berumur pendek, Kerajaan Sukhothai yang didirikan pada tahun 1238. Kerajaan ini
kemudian diteruskan Kerajaan Ayutthaya yang didirikan pada pertengahan abad
ke-14 dan berukuran lebih besar dibandingkan Sukhothai. Kebudayaan Kerajaan
Thai dipengaruhi dengan kuat oleh Tiongkok dan India. Hubungan dengan beberapa
negara besar Eropa dimulai pada abad ke-16 namun meskipun mengalami tekanan
yang kuat, Kerajaan Thai tetap bertahan sebagai satu-satunya negara di Asia
Tenggara yang tidak pernah dijajah oleh negara Eropa, meski pengaruh Barat,
termasuk ancaman kekerasan, mengakibatkan berbagai perubahan pada abad ke-19
dan diberikannya banyak kelonggaran bagi pedagang-pedagang Britania.
Sebuah revolusi tak berdarah pada tahun 1932 menyebabkan dimulainya monarki konstitusional. Sebelumnya dikenal dengan nama Siam, negara ini mengganti nama internasionalnya menjadi "Thailand" pada tahun 1939 dan untuk seterusnya, setelah pernah sekali mengganti kembali ke nama lamanya pasca-Perang Dunia II. Pada perang tersebut, Kerajaan Thai bersekutu dengan Jepang; tetapi saat Perang Dunia II berakhir, Kerajaan Thai menjadi sekutu Amerika Serikat. Beberapa kudeta terjadi dalam tahun-tahun setelah berakhirnya perang, namun Kerajaan Thai mulai bergerak ke arah demokrasi sejak tahun 1980-an.
Kalender Kerajaan Thai didasarkan pada Tahun Buddha, yang lebih cepat 543 tahun dibandingkan kalender Barat. Tahun 2000 Masehi sama dengan tahun 2543 dalam kalender Kerajaan Thai.
Sebuah revolusi tak berdarah pada tahun 1932 menyebabkan dimulainya monarki konstitusional. Sebelumnya dikenal dengan nama Siam, negara ini mengganti nama internasionalnya menjadi "Thailand" pada tahun 1939 dan untuk seterusnya, setelah pernah sekali mengganti kembali ke nama lamanya pasca-Perang Dunia II. Pada perang tersebut, Kerajaan Thai bersekutu dengan Jepang; tetapi saat Perang Dunia II berakhir, Kerajaan Thai menjadi sekutu Amerika Serikat. Beberapa kudeta terjadi dalam tahun-tahun setelah berakhirnya perang, namun Kerajaan Thai mulai bergerak ke arah demokrasi sejak tahun 1980-an.
Kalender Kerajaan Thai didasarkan pada Tahun Buddha, yang lebih cepat 543 tahun dibandingkan kalender Barat. Tahun 2000 Masehi sama dengan tahun 2543 dalam kalender Kerajaan Thai.
PENUTUP
Demikian
yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam
makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, kerena
terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada
hubungannya dengan judul makalah ini.
Penulis banyak berharap para pembaca yang budiman memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penulis demi sempurnanya makalah ini dan dan penulisan makalah di kesempatan-kesempatan berikutnya. Semoga makalah ini berguna bagi penulis pada khususnya juga para pembaca yang budiman pada umumnya.
Penulis banyak berharap para pembaca yang budiman memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penulis demi sempurnanya makalah ini dan dan penulisan makalah di kesempatan-kesempatan berikutnya. Semoga makalah ini berguna bagi penulis pada khususnya juga para pembaca yang budiman pada umumnya.
1)
Nadeak ,
Kustigas dan Atmadji .1986.Revolusi damai Rekaman kemelut di Filipina . Pustaka
Sinar Harapan ; Jakarta.
2)
Sudarsono ,
Juwono .1988. Krisis Filipina Zaman Marcos dan Keruntuhannya .PT Gramedia ;
Jakarta
3)
Wanandi,Jusuf.1985.Asia
Tenggara dalam tahun 1980-an.Yayasan Proklamasi;Jakarta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar